PEKALONGAN, Beritajateng.id – Sebanyak 941 calon jemaah haji (calhaj) asal Kabupaten Pekalongan dipastikan dalam kondisi sehat sebelum berangkat untuk menjalankan ibadah di Makkah tahun ini.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kabupaten Pekalongan, Muhammad Khoirudin, menuturkan seluruh jemaah telah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan di puskesmas dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).
Hasilnya, ratusan calon jemaah haji tersebut dinyatakan lulus Istitha’ah atau dalam kondisi kesehatan baik sehingga berhak diberangkatkan.
“Sebanyak 941 calon jemaah haji telah dinyatakan lulus Istitha’ah. Artinya, mereka dalam kondisi sehat dan telah mendapatkan keterangan resmi dari Dinas Kesehatan,” ujarnya, Selasa, 21 April 2026.
Menurutnya, sejumlah penyakit yang berpotensi dialami jemaah saat berada di Tanah Suci perlu diantisipasi sejak dini, diantaranya meningitis, polio, COVID-19, influenza, heatstroke, hingga gagal jantung. Untuk itu, Dinkes juga melaksanakan tes kebugaran atau ROKPOT sebelum pemberangkatan.
Tes tersebut meliputi pemeriksaan tekanan darah, suhu tubuh, serta detak jantung setelah aktivitas fisik seperti jalan kaki. Jemaah lansia menjalani uji jalan kaki selama 6–7 menit, sedangkan non-lansia menempuh jarak yang lebih panjang.
“Dari hasil tes kebugaran ini, kami bisa mendeteksi dini jika ada kelainan. Jika ditemukan indikasi tertentu, akan kami rekomendasikan untuk dirujuk,” jelasnya.
Khoirudin menambahkan, jemaah lansia umumnya memiliki risiko penyakit degeneratif seperti diabetes melitus dan hipertensi yang dipengaruhi pola hidup. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau jemaah rutin berolahraga ringan, seperti berjalan kaki, guna menjaga kondisi fisik.
Pada musim haji 2026, Kabupaten Pekalongan terbagi dalam lima kelompok terbang (kloter), yakni kloter 11, 12, 13, 14, dan 18. Setiap kloter akan didampingi tenaga kesehatan, baik dari daerah maupun pusat.
Dinkes juga menyiapkan dua unit ambulans serta tim medis yang terdiri dari dokter dan perawat untuk mengawal jemaah dari Alun-Alun Kajen menuju Asrama Haji Donohudan. Selain itu, jemaah akan didampingi oleh Tim Kesehatan Haji Daerah (TKHD) dan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) selama perjalanan hingga di Tanah Suci.
“Kami akan memastikan kesehatan jemaah terjaga mulai dari keberangkatan, selama di Tanah Suci, hingga kembali ke Kabupaten Pekalongan,” tegasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















