PEKALONGAN, Beritajateng.id – Harga cabai rawit setan di Kabupaten Pekalongan menyentuh angka Rp100.000 per kilogram menjelang Lebaran Idulfitri. Meski begitu, harga sebagian besar bahan kebutuhan pokok lainnya terpantau masih stabil.
Berdasarkan pantauan Laporan Monitoring Perkembangan Harga Kepokmas Kabupaten Pekalongan per 10 Maret 2026, Heri Purnomo, Analis Perdagangan Ahli Muda Dinas Perindustrian Perdagangan Kabupaten Pekalongan, mengatakan sebagian besar komoditas pokok tidak mengalami perubahan harga.
“Beras IR 64 premium masih dipatok Rp14.500 per kilogram, beras IR 64 medium Rp13.200 per kilogram, dan gula pasir Rp17.000 per kilogram. Minyak goreng curah dijual Rp19.500/kg, sedangkan minyak goreng kemasan premium Rp21.000/liter,” ujar Heri.
Sementara itu, harga daging sapi berada di angka Rp140.000/kg, ayam ras Rp42.000/kg, ayam kampung Rp80.000/kg, dan telur ayam ras Rp28.500/kg. Kedelai impor tercatat Rp9.950/kg, bawang merah Rp40.000/kg, bawang putih honan Rp33.000/kg, dan bawang putih kating Rp36.000/kg. Produk olahan seperti tahu dan tempe tetap stabil masing-masing Rp500 per biji dan Rp5.000 per potong.
“Meski sebagian besar harga stabil, cabai merah besar biasa mengalami kenaikan dari Rp33.000 menjadi Rp35.000 per kilogram, atau naik 6,06 persen dibandingkan hari sebelumnya. Sedangkan cabai merah besar keriting Rp35.000/kg, cabai rawit hijau Rp35.000/kg, dan cabai rawit merah setan kini Rp90.000/kg,” tambah Heri.
Selain harga yang terpantau Stabil, Heri juga menjelaskan bahwa ketersediaan stok juga terpantau aman.
“Untuk stok barang kebutuhan pokok menjelang hari raya aman.” Pungkas Heri.
Sementara itu, Novi, pedagang di Pasar Kajen, menyebut bahwa mendekati Lebaran ada beberapa kenaikan harga bahan pangan.
“Seperti gula pasir dari Rp17.000 menjadi Rp17.500 dan minyak curah dari Rp21.000 menjadi Rp22.000. Telur masih stabil, cabai merah besar Rp35.000, cabai setan Rp100.000,” jelasnya.
Novi juga menyebut bahwa situasi pasar terpantau stabil. Ia berharap saat momen dua hari menjelang hari raya, atau yang biasa disebut dengan istilah ‘pasar kembang’ situasi pedagang akan ramai pembeli.
“Untuk situasi pasar masih stabil. Biasanya, pertengahan Lebaran pembeli meningkat. Harapan kami, pasar kembang nanti ramai,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















