KUDUS, Beritajateng.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus mencatat, sebanyak 18 desa di lima kecamatan masih terendam banjir hingga Rabu, 21 Januari 2026.
Sementara itu, warga yang terdampak tercatat sejumlah 2.955 orang yang 2.256 warga diantaranya berada di posko pengungsian. Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus saat ini pun masih rutin melakukan pemeriksaan terhadap para korban banjir.
Plt Kepala DKK Kudus, dr. Mustiko Wibowo, mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan selama situasi tanggap darurat bencana, terdapat sejumlah penyakit yang menyerang warga terdampak banjir.
Selama bencana banjir, pihaknya menemukan penyakit yang didominasi myalgia, ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), penyakit kulit gatal-gatal, hipertensi dan lain sebagainya.
“Kita lakukan pemeriksaan di posko-posko pengungsian dan jemput bola ke rumah-rumah warga yang masih terdampak banjir. Ini karena masih ada warga terdampak banjir yang memilih bertahan di rumah daripada mengungsi ke posko pengungsian,” katanya.
Ia menjelaskan, DKK Kudus telah menyiagakan layanan kesehatan selama 24 jam di posko pengungsian. Tenaga kesehatan telah ditugaskan untuk berjaga dalam tiga shift yakni saat pagi, siang dan malam.
“Pemeriksaan dan pengobatan kami utamakan terhadap warga yang beresiko tinggi seperti lansia, ibu hamil atau warga yang memiliki penyakit bawaan,” ujarnya.
Mustiko pun mengimbau, bagi warga yang memiliki penyakit bawaan seperti stroke, diabetes melitus (DM) dan hipertensi agar bisa mengontrol kondisi kesehatannya dengan baik. Terutama agar menjaga diri agar tidak stres, karena dapat menyebabkan penyakit kambuh.
“Selain itu kami sarankan bagi warga yang memang rumahnya sudah lama terendam banjir agar bisa mulai mengungsi. Karena dikhawatirkan jika bertahan di dalam rumah yang terendam banjir akan terserang penyakit, karena sanitasi dan kondisi lingkungan saat ini sedang tidak baik,” ungkapnya.
Ia mengatakan, kondisi kebutuhan di posko pengungsian dipastikan tercukupi bagi warga terdampak banjir, terutama terkait bantuan layanan kesehatan.
“Kami pastikan fasilitas kesehatan di posko pengungsian itu memadai. Jadi tidak perlu takut untuk mengungsi daripada bertahan di tengah genangan air yang masuk ke dalam rumah,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















