SALATIGA, Beritajateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga tidak mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk insentif kesejahteraan guru non ASN tahun ini.
Kebijakan ini mengakibatkan para guru dan tenaga kependidikan tidak akan menerima insentif. Para pendidik Pos PAUD dinilai menjadi yang paling terdampak karena mereka bergantung dari insentif yang biasanya diberikan dengan besaran Rp450 ribu sampai Rp1 juta per bulan.
Tanpa insentif, para guru PAUD non ASN harus mengandalkan honor minim yang kerap tak sebanding dengan beban kerja dan tanggung jawab mereka dalam membangun fondasi pendidikan anak usia dini.
Kondisi ini menuai kritik pedas dari DPRD Kota Salatiga. Anggota Komisi A DPRD Salatiga, Agus Warsito, menilai hilangnya insentif tersebut sebagai bentuk keteledoran serius dalam perencanaan anggaran. Ia menegaskan persoalan ini tidak pernah disampaikan dalam pembahasan APBD bersama dinas terkait.
“Ini keteledoran. Tidak pernah ada penjelasan bahwa insentif pendidik non ASN tidak dianggarkan. Padahal pendidikan seharusnya menjadi prioritas utama,” tegas Agus.
DPRD Salatiga mendesak agar insentif guru atau pendidik dan tenaga kependidikan non ASN segera dikembalikan dan dibayarkan secara rapel. Agus menegaskan tidak boleh ada pemotongan hak guru meski realisasinya dilakukan setelah perubahan anggaran.
“Saya minta anggaran ini diselesaikan secara utuh. Jangan ada pemotongan. Jika harus menunggu APBD Perubahan, maka pembayarannya harus dirapel,” ujarnya.
Sementara itu, pihak eksekutif berdalih bahwa insentif kesejahteraan bagi guru dan tenaga kependidikan non ASN tidak bisa dialokasikan karena keterbatasan anggaran.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga Muh. Nasiruddin mengatakan, ketiadaan insentif tersebut murni karena belum tersedianya anggaran. Ia menegaskan kebijakan itu bukan penghapusan, melainkan penundaan pelaksanaan pada 2026.
“Bukan dihapus, tetapi belum bisa dijalankan karena memang belum ada anggaran. Kebutuhan dana mencapai sekitar Rp8,5 miliar per tahun,” ujarnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















