REMBANG, Beritajateng.id – Sebanyak 1.479 penderita penyakit Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Rembang telah mendapatkan pengobatan sepanjang 2025. Berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat, jumlah tersebut telah melampaui target 90 persen penderita TBC yang harus ditemukan dan diobati.
“Ini termasuk prestasi di tingkat Jawa Tengah. Dengan menemukan dan mengobati penderita TBC, maka pemerintah bisa mempercepat upaya memutus mata rantai penyakit tersebut,” ujar Kepala Dinkes Rembang, Ali Syofii, Rabu, 30 Desember 2025.
Ali mengatakan, penanganan TBC di Rembang dilakukan dengan memberikan obat antituberkulosis. Selain itu, pihaknya turut memantau kepatuhan pasien dalam pengobatan, vaksinasi BCG, serta penerapan pola hidup bersih dan sehat.
Lebih lanjut, pihaknya bahkan turut membuat kondisi tempat tinggal pasien memiliki sanitasi dan sirkulasi udara yang baik. Menurutnya penanganan yang tepat dan cepat dinilai sangat penting untuk menyembuhkan TBC sekaligus mencegah penularan di masyarakat.
“Keberhasilan penanganan TBC ini berkat kerjasama lintas sektor, termasuk organisasi masyarakat yang menggerakkan kader desa untuk melakukan survei lapangan, serta inovasi seperti pengantaran sampel dahak oleh kader (Ojek Dahak) dan pengingat minum obat melalui pesan singkat,” katanya.
Selain itu, puskesmas di Kabupaten Rembang juga mengoptimalkan pemanfaatan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) untuk mendukung penanganan TBC. Upaya yang dilakukan antara lain skrining aktif di perusahaan dan komunitas, pelaksanaan mini lokakarya lintas sektor setiap tiga bulan, investigasi kontak serumah, serta pelacakan kasus mangkir pengobatan.
Melalui berbagai upaya tersebut, Pemkab Rembang berharap capaian penanganan TBC dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, sekaligus mendukung target nasional eliminasi TBC secara bertahap dan berkelanjutan.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















