REMBANG, Beritajateng.id – Bupati Harno meninjau dan menyalurkan langsung bantuan untuk korban kebakaran rumah di Kecamatan Pamotan dan Sarang pada Jumat, 9 Oktober 2026. Ia menemui para warga yang kehilangan rumah akibat insiden pada 2 dan 3 Oktober 2026.
Menurutnya, setiap korban memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga penanganan perlu dikoordinasikan secara langsung di tingkat desa dan kecamatan. Dengan demikian, bantuan yang diberikan diharapkan tepat sasaran dan sesuai kondisi warga.
“Semua sudah saya bicarakan dengan kepala desa masing-masing karena kondisinya berbeda. Semuanya berkomunikasi dengan kepala desa dan camat,” ujar Harno.
Penanganan korban juga tidak dilakukan pemerintah saja. Harno menekankan agar pemerintah desa, kecamatan, Baznas, PMI, dan berbagai pihak lainnya perlu bergerak bersama sesuai kondisi serta kebutuhan warga terdampak.
Harno juga mengapresiasi kepedulian berbagai pihak yang telah turun membantu korban kebakaran. Ia berharap semangat saling membantu terus terjaga, terutama bagi warga yang kehilangan tempat tinggal maupun mengalami kerusakan rumah.
“Langkah selanjutnya sudah dipikirkan kepala desa, camat, Baznas, dan semuanya. Termasuk PMI juga sudah turun. Intinya, saling bantu-membantu,” tegasnya.
Dua lokasi yang dikunjungi yakni rumah Maskur di Desa Gunungmulyo, Kecamatan Sarang, serta permukiman warga di Dukuh Tajen, Desa Pamotan, Kecamatan Pamotan. Kebakaran ini menyebabkan total kerugian materiil mencapai Rp210 juta.
Sehari berikutnya, kebakaran melanda Dukuh Tajen, Desa Pamotan, Kecamatan Pamotan, sekitar pukul 10.49 WIB. Dua rumah milik Rukmini dan Sundari hangus terbakar, sedangkan rumah Narti dan Sulistyo turut terdampak. Kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai Rp150 juta.
Kebakaran di Pamotan diduga dipicu korsleting listrik pada instalasi televisi di rumah Rukmini. Dua peristiwa tersebut menjadi perhatian Pemkab Rembang untuk memastikan kebutuhan warga terdampak mendapat tindak lanjut.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Utia Lil















