REMBANG, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) memastikan stok beras melimpah. Pernyataan ini merespon kekhawatiran warga karena harga beras mulai merangkak naik menjelang Lebaran.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, Dyah Ajeng Trenggonowati, mengatakan ketersediaan beras di gudang Bulog saat ini mencapai sekitar 8.000 ton.
“Kalau stok pangan untuk beras masih cukup. Di Bulog sendiri ada sekitar 8.000 ton, belum lagi di penggilingan lainnya,” ujarnya, Selasa, 10 Maret 2026.
Menurutnya, dengan stok sebesar itu, kebutuhan beras masyarakat Rembang dipastikan aman hingga beberapa bulan ke depan. Apalagi dalam waktu dekat petani juga mulai memasuki masa panen.
“Untuk stok aman sampai beberapa bulan ke depan, apalagi ini juga mendekati panen. Bulog juga masih menyerap hasil panen petani dan gudangnya masih penuh,” jelasnya.
Ia juga menyebut produksi petani di Rembang saat ini tergolong baik karena sebagian wilayah mulai memasuki masa panen raya.
“Produksi petani sangat bagus, kemarin juga mulai panen raya. Jadi untuk Rembang ini tidak ada defisit, bahkan masih surplus beras,” katanya.
Meski stok beras melimpah, permintaan masyarakat menjelang Ramadan tetap meningkat. Hal ini terlihat saat kegiatan pasar murah yang digelar Dinas Pertanian dan Pangan beberapa waktu lalu.
“Waktu pasar murah kemarin kita subsidi dua ton beras, tapi itu masih kurang. Ada beberapa pembeli yang tidak kebagian, padahal itu baru satu hari,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Rembang, M. Mahfudz, menegaskan kenaikan harga beras yang terjadi saat ini bukan disebabkan kelangkaan stok.
“Untuk beras sendiri stoknya masih aman. MT1 (Masa Tanam 1) kemarin juga berhasil, artinya produksi sebenarnya bagus,” ujarnya.
Menurut Mahfudz, kenaikan harga lebih dipicu momentum meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Ramadan dan Lebaran.
“Artinya ini kan ada yang ingin mendapatkan untung lebih banyak karena momentumnya. Biasanya setelah Lebaran kecenderungannya kembali normal,” tegasnya.
Terkait dugaan adanya permainan dari pelaku usaha besar dalam kenaikan harga beras, pihaknya mengaku masih melakukan pemantauan di lapangan.
“Kami belum tahu persis apakah ada permainan dari pemain besar. Saat ini kami masih memantau pedagang-pedagang di pasar,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















