REMBANG, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) bakal melakukan revitalisasi terhadap Taman Kartini.
Sekretaris Disbudpar Rembang, Isti Choma Wati mengungkap lewat revitalisasi diharapkan Tamar Kartini kembali menjadi ikon Rembang.
“Situasi Taman Kartini memang jauh sekali dari harapan. Waktu saya kecil, airnya masih jernih, masih bersih. Kita sepakat untuk mengembalikan Taman Kartini menjadi ikon Kabupaten Rembang, bisa mengobati rindu kita yang tinggal di luar daerah dan ingin bernostalgia,” ujarnya.
Isti menambahkan, pihaknya akan menyusun konsep penataan dari area depan hingga bagian dalam taman.
“Kemarin kita sudah merencanakan di depan itu bagaimana, di dalam nanti bagaimana. Kita sama-sama, ayo gerak sehatkan kembali wisata di Kabupaten Rembang,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Harno menegaskan komitmennya untuk menghidupkan kembali Taman Kartini yang menurutnya berstatus sebagai ikon kota, namun kalah bersaing dengan destinasi lain.
“Desember nanti saya akan mengadakan acara di situ. Semua SKPD akan senam di sana dan menggelar kegiatan sebagai pra-pengenalan kembali,” tuturnya, Jumat, 14 November 2025.
Bupati juga membuka peluang keterlibatan pihak ketiga untuk mengelola taman tersebut apabila diperlukan.
“Opsi pertama, kita kelola sendiri. Mampu tidak kita mengubah dan mendesain agar menarik? Karena posisinya sekarang kurang menarik. Opsi kedua, kita akan mencari pihak ketiga agar pengelolaan bisa maksimal,” tambahnya.
Terkait kemungkinan relokasi pedagang kaki lima (PKL) dari Alun-alun Rembang ke kawasan Taman Kartini untuk menghidupkan aktivitas ekonomi, Bupati Harno menyebut hal itu masih dalam kajian.
“Semua ada kemungkinan, tetapi kita juga melihat situasi. Kalau dipindah ke sana lebih ramai atau belum? Kalau salah langkah, dipindah tapi tidak jalan, nanti bupati yang disalahkan. Jadi semua akan kita pertimbangkan,” tegasnya.
Jurnalis: Muhammad Faalih
Editor: Tia















