REMBANG, Beritajateng.id – Sejumlah warga Kabupaten Rembang yang tergabung dalam LSM Tajam menggelar diskusi bertema “Selamatkan Taman Kartini Milik Rakyat, Jangan Jadikan Objek Politik” pada Sabtu, 7 Februari 2026 di Wedangan Mbah Tajam, kios komplek Taman Kartini.
Diskusi yang turut dihadiri oleh Anggota DPRD Rembang, Nur Zahid, ini digelar untuk merespon kondisi salah satu ikon wisata di Kabupaten Rembang tersebut yang telah lama terbengkalai selama sekitar enam tahun.
Ketua LSM Tajam, Sunarto, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang segera mengambil langkah penataan secara nyata. Ia berharap Taman Kartini kembali menarik seperti masa kejayaannya di waktu dulu.
“Melihat kondisi yang terbengkalai ini, kita sepakat dengan teman-teman harus ada penanganan yang lebih cepat. Penanganan yang cepat untuk menangani dan membuat Taman Kartini ini kembali menarik seperti zaman dulu,” katanya.
Pihaknya mengusulkan area depan taman ditata menjadi rest area dan pusat kuliner. Konsep ruang terbuka hijau dianggap paling tepat untuk menarik kunjungan wisatawan keluarga.
“Seperti itu minimal, menata depan dulu jadi rest area. Setelah ada anggaran nanti masuk ke RTH (Ruang Terbuka Hijau),” usulnya.
Menurut Sunarto, rencana renovasi seringkali batal karena alasan kendala ketiadaan anggaran daerah. Padahal, penundaan penataan justru akan semakin membebani biaya perawatan di masa depan.
“Kalau terlalu lama terbengkalai, kita khawatir penataannya juga memerlukan lebih banyak anggaran dan tidak bisa menjadi penyumbang pendapatan daerah,” ungkapnya.

Hasil diskusi ini, kata dia, akan dibukukan dan diserahkan langsung kepada Bupati serta DPRD. Langkah ini bertujuan agar aspirasi masyarakat terkait penyelamatan aset daerah segera mendapat kepastian.
“Hasil dari obrolan ini kita bukukan dan akan kita sampaikan ke dinas terkait, seperti Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi dan Dindagkop, lalu ke Sekwan, hingga ke Bupati,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















