REMBANG, Beritajateng.id – Kabupaten Rembang berhasil mempertahankan capaian sebagai daerah dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) terendah ketiga se-Jawa Tengah pada 2025.
Sebagai informasi, TPT merupakan persentase jumlah pengangguran terhadap total angkatan kerja. Indikator ini digunakan untuk melihat seberapa besar proporsi penduduk usia kerja yang belum terserap di pasar kerja.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), TPT Kabupaten Rembang tercatat sebesar 2,60 persen pada 2023, kemudian menjadi 2,84 persen pada 2024, dan berada di angka 2,90 persen pada Agustus 2025.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Rembang, Fery Sumardi, menjelaskan dinamika tersebut terjadi seiring meningkatnya jumlah angkatan kerja di daerah.
Pada 2025, jumlah angkatan kerja di Rembang mencapai 403.612 orang, bertambah dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan partisipasi masyarakat dalam dunia kerja terus tumbuh, baik dari lulusan baru maupun pencari kerja yang aktif.
“Ini menjadi indikasi bahwa aktivitas ekonomi dan minat kerja masyarakat terus berkembang,” ujarnya, Sabtu, 11 April 2026.
Di tingkat provinsi, Kabupaten Rembang tetap berada di posisi ketiga TPT terendah di Jawa Tengah, di bawah Kabupaten Temanggung dan Wonogiri. Menurut Fery capaian ini sekaligus menempatkan Rembang jauh lebih baik dibandingkan rata-rata TPT Jawa Tengah yang tercatat sebesar 4,66 persen.
“Kondisi tersebut mencerminkan bahwa penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Rembang berjalan cukup efektif. Sektor industri lokal masih berperan aktif dalam membuka peluang kerja, didukung berbagai program ketenagakerjaan yang adaptif,” katanya.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan untuk mempertahakan capaian ini, kata dia, adalah optimalisasi platform NakerBisa. Menurutnya inovasi itu dapat mempercepat penyaluran tenaga kerja di daerah.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Rembang juga terus mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja melalui program sertifikasi kompetensi dan pelatihan berbasis standar industri.
Selain itu, upaya penempatan tenaga kerja diperkuat melalui penyuluhan karier bagi pelajar, job fair, serta berbagai program perluasan kesempatan kerja.
“Kabupaten Rembang berada di jalur yang positif. Kami optimistis kinerja ketenagakerjaan akan terus meningkat dan mampu bersaing di tingkat provinsi,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















