REMBANG, Beritajateng.id – Sebanyak 41 guru yang tergabung dalam organisasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA SMP Kabupaten Rembang melakukan kunjungan ke Universitas Negeri Semarang (UNNES), pada Sabtu, 1 November 2025. Kunjungan ini merupakan rangkaian kegiatan tahunan yang bertajuk Literasi Sains.
Ketua MGMP IPA Kabupaten Rembang, Endro Kuncoro menyatakan tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi guru IPA Kabupaten Rembang, terutama dalam hal teknologi informasi.
“Peningkatan kompetensi guru menghadapi perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat,” ujarnya
Adapan digitalisasi pembelajaran dipilih sebagai tema utama kegiatan Literasi Sains tahun ini. Ketua panitia kegiatan, Ahmad Zainul Wafa, menjelaskan alasan dipilihnya tema ini karena saat ini program digitalisasi pembelajaran sedang digalakkan di sekolah-sekolah.
“Karena pendidikan dasar menengah, saat-saat ini sedang menggalakkan program digitalisasi pembelajaran,” ujarnya.
Fidia Fibriana, S.Si., M.Sc., PhD., menjelaskan MGMP IPA SMP Kabupaten Rembang bekerjasama dengan UNNES untuk melaksanakan workshop pengembangan media pembelajaran, terutama yang berkaitan dengan koding dan kecerdasan artifisial.
Menurutnya kegiatan workshop ini dilakukan sebagai bentuk pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama dalam hal pengabdian kepada masyarakat.
“Jadi salah satu tugas dari dosen adalah pengabdian masyarakat. Jadi Tri Dharma kami kan penelitian, kemudian pengabdian, dan juga pendidikan. Sehingga ini adalah salah satu langkah kami yang bisa kami lakukan untuk mewujudkan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Dosen program studi IPA ini juga mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan sarana berbagi dalam rangka untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di tengah perkembangan teknologi yang pesat.
“Jadi kalau kami punya sesuatu yang bisa dibagi kepada guru-guru, ya ini. Sesuai dengan visi kami untuk bisa mengembangkan pendidikan IPA yang berbasis teknologi dan juga untuk kemaslahatan guru, dan juga untuk menjawab tantangan teknologi yang saat ini berkembang dengan besar,” ujarnya.
Dalam workshop tersebut para guru belajar bagaimana mengaplikasikan koding dalam pembelajaran. Para guru berlatih melakukan koding dengan menggunakan kit robotika berbasis arduino.
Selama workshop berlangsung para guru mengikuti secara aktif, mulai dari melakukan pemrograman sederhana hingga merangkai robot dari kit yang disediakan. Puncak kegiatan ini adalah ketika para guru dibagi dalam beberapa kelompok, merangkai robot, dan mengujinya.
Robot yang dirangkai masing-masing kelompok kemudian dipertandingkan untuk melakukan suatu tantangan tertentu. Fidia juga menyatakan harapannya kepada guru IPA Kabupaten Rembang untuk memiliki pola pikir bertumbuh dan tidak menutup diri untuk selalu belajar.
“Mungkin untuk guru-guru kami harapkan tetap ini ya, memiliki growth mindset, sehingga tidak menutup diri untuk selalu belajar,” ujarnya.
Salah satu guru yang menjadi peserta workshop, Ainun Najib, mengatakan banyak hal dipelajari dari kegiatan kali ini. Hal-hal tersebut antara lain memahami cara kerja arduino, hingga merakit dan memprogram robot.
“Dari pelatihan robotika dan coding di Unnes, saya mendapatkan pengalaman belajar yang seru dan bermanfaat, mulai dari mengenal komponen dasar robot seperti sensor dan motor, memahami cara kerja mikrokontroler seperti Arduino, hingga mempraktikkan langsung cara membuat dan memprogram robot agar bisa bergerak sesuai perintah,” ujarnya.
Jurnalis: *Red















