REMBANG, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menegaskan bahwa proses seleksi pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) akan dilakukan lebih ketat dan selektif.
Bupati Harno mengatakan, pengetatan ini dilakukan karena beberapa BUMD tersebut belum menunjukkan hasil yang bagus,
“Selama ini bisa kita lihat, mana ada BUMD yang untung. Bisa dilihat jejaknya mulai dari Percetakan, PDAM, RBSJ, RME, selama ini belum ada yang bagus. Bahkan tidak rugi itu sudah bagus,” ujarnya, Senin, 24 November 2025.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi dasar perlunya penempatan figur yang benar-benar kompeten. Ia menegaskan tidak ingin terburu-buru dalam menentukan pimpinan BUMD.
“Karena target saya semua BUMD, dua tahun akan saya evaluasi. Apabila dalam dua tahun kok tidak ada kemajuan, tidak ada perbaikan, maka kita evaluasi,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati M. Hanies Cholil Barro’ membenarkan bahwa pemerintah daerah akan lebih selektif dalam menilai calon direktur BUMD. Sebab, evaluasi sebelumnya menunjukkan kontribusi dividen BUMD yang belum optimal.
“Tentu kita akan lebih selektif lagi. Kita benar-benar karena pengalaman selama ini, sejauh ini kita belum bisa optimal di level dividen, terutama dari BUMD. Maka kita akan lebih selektif, lebih teliti lagi memilih pimpinan BUMD,” katanya.
Diketahui, saat ini terdapat empat posisi direktur definitif BUMD yang masih kosong. Posisi itu saat ini diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt) untuk sementara waktu. Empat perusahaan tersebut yakni:
- PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ). Belum ada kejelasan mengenai proses pendaftaran untuk posisi pimpinan
- BKK Lasem, yang merupakan kewenangan Pemprov Jateng. Berdasarkan informasi yang dihimpun pendaftaran dibuka pada 11 November dan telah ditutup 20 November 2025
- PT Aneka Rembang. Pimpinannya telah terpilih melalui proses seleksi pada 14 November 2025, namun belum disahkan karena menunggu Rapat Umum Pemegang Saham
- PDAM Banyumili, proses seleksi dimulai pada 28 Oktober 2025 dan saat ini masih berjalan. Pengumuman akhir dijadwalkan keluar pada 5 Desember 2025.
Jurnalis: Muhammad Faalih
Editor: Tia















