REMBANG, Beritajateng.id – Produksi jagung di wilayah Rembang mencapai 198.061 ton pada 2025 dengan luas lahan panen 24.838 hektar. Besarnya produksi ini didukung oleh sejumlah kecamatan yang menjadi lumbung utama bagi daerah tersebut.
Kecamatan Sedan tercatat sebagai wilayah dengan produksi jagung tertinggi, yakni mencapai 40.305 ton. Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Sale dengan produksi 30.825 ton, kemudian Kecamatan Gunem sebesar 30.319 ton.
Selanjutnya, Kecamatan Sarang mencatat produksi 30.230 ton, sedangkan Kecamatan Bulu menghasilkan sekitar 22.905 ton. Wilayah lain yang juga berkontribusi terhadap produksi jagung Rembang yakni Sumber sebesar 13.512 ton, Pamotan 10.506 ton, Sulang 4.507 ton, Sluke 4.435 ton, dan Kragan 4.385 ton.
Data tersebut menunjukkan bahwa produksi jagung Rembang tidak hanya bertumpu pada satu wilayah. Sejumlah kecamatan menjadi kantong produksi yang menopang posisi Rembang sebagai salah satu sentra jagung di Jawa Tengah.
Sub Koordinator Produksi Tanaman Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang, Prima Kartika Sari, mengatakan hal itu tidak lepas dari pola tanam petani.
Ia mencontohkan di kawasan pegunungan wilayah Gunem, petani menggunakan sistem tanah culik. Dalam sistem ini, petani segera menanam kembali setelah panen pertama dilakukan.
“Petani di sana memilih varietas jagung berproduksi tinggi sehingga hasil panennya juga maksimal,” ujarnya, Kamis, 8 Oktober 2026.
Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Gunem, Nuril Anwar, menambahkan pola tanam yang berlangsung hampir sepanjang tahun membuat aktivitas pertanian jagung di wilayah tersebut relatif tidak terputus.
“Di daerah atas itu setiap hari ada yang tanam, setiap hari ada yang panen, dan setiap hari ada produksi. Bahkan ada petani yang bisa menanam jagung sampai empat kali dalam setahun,” ungkapnya. (adv)
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Utia Lil















