REMBANG, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTARU) memastikan tugu identitas sebagai ikon di pintu masuk wilayah Rembang segera dibangun tahun ini.
Kepala DPUTARU Rembang, Maryosa, menuturkan rencananya tugu ini akan dibangun di tepi Jalur Pantura Desa Mojowarno, Kecamatan Kaliori, tepatnya di sebelah timur SPBU Kaliori.
Ia mengungkap lokasi awal sebenarnya direncanakan berada di kawasan Pantura Kaliori, sebelah timur Batangan, Kabupaten Pati. Namun rencana itu dibatalkan karena kondisi lapangan tidak memungkinkan.
“Dulu rencana di Kaliori, tapi karena terlalu sempit dan di seberangnya mengganggu lalu lintas, makanya kita pindah,” ujar Maryosa, baru-baru ini.
Menurutnya, aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan lokasi pembangunan, mengingat jalur Pantura merupakan salah satu ruas jalan nasional dengan tingkat kepadatan kendaraan yang tinggi.
Untuk merealisasikan proyek tersebut, pemerintah menyiapkan anggaran hampir Rp2 miliar. Dana itu berasal dari kolaborasi antara bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Semen Gresik sebesar Rp1 miliar dan APBD Kabupaten Rembang sekitar Rp1 miliar.
“Untuk pembangunan fisiknya Rp1,8 miliar. Total anggaran hampir Rp2 miliar,” jelasnya.
Berbeda dengan konsep gapura yang melintang di atas jalan, ia menuturkan tugu identitas Rembang akan dibangun di sisi utara dan selatan jalan. Desain ini dipilih agar tidak mengganggu arus lalu lintas maupun membahayakan pengguna jalan.
Masing-masing tugu akan menampilkan tulisan “Rembang” dan “Bangkit”, dilengkapi simbol jangkar berukuran besar di bagian atas sebagai representasi daerah maritim. Selain itu, berbagai ornamen khas juga akan menghiasi bangunan untuk menggambarkan potensi unggulan, budaya, dan identitas Kabupaten Rembang.
“Kalau zaman dulu mungkin masih oke dibuat melintang. Cuma sekarang lalu lintas semakin ramai, khawatir nanti akan mengganggu keselamatan,” kata Maryosa.
Ia mengungkapkan, keterlambatan pembangunan bukan disebabkan persoalan anggaran, melainkan proses perizinan yang harus diperoleh dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kementerian PUPR karena lokasi proyek berada di kawasan jalan nasional.
“Izinnya sudah turun. Memang yang lama itu menunggu izin dari pusat karena lokasinya masuk jalan nasional,” tegasnya.
Saat ini DPUTARU Kabupaten Rembang tengah menyelesaikan dokumen lelang proyek sebelum diumumkan melalui sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, pemenang tender ditargetkan sudah ditetapkan pada Agustus 2026, sehingga pembangunan dapat segera dimulai.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















