REMBANG, Beritajateng.id – SMP Negeri 4 Satu Atap Kragan turut memeriahkan event Pekan Budaya Tradisional yang digelar di Pantai Balongan, Desa Balongmulyo, Kecamatan Kragan. Kegiatan yang dilaksanakan Sabtu, 1 November 2025 tersebut merupakan acara dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang.
Diketahui, acara tersebut menampilkan berbagai kreasi seni tradisional, seperti tari, musik tradisional, dan dongeng legenda. Para penampil acara berasal dari unsur masyarakat umum dan sekolah, terutama di Kecamatan Kagan dan Sluke. Selain itu acara juga dimeriahkan dengan bazar dari pelaku usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Rembang.
Kepala SMP Negeri 4 Satu Atap Kragan, Anik Sulistiyowati, S.Pd., menyampaikan perasaan senangnya karena dilibatkan dalam acara ini. Menurutnya acara ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berliterasi budaya sehingga peserta didik lebih mengenal budaya tradisional.
Dalam kesempatan ini, ia mengungkap SMP Negeri 4 Satu Atap Kragan menampilkan Tari Gambyong yang dibawakan oleh Wahyu Nailatus Sa’adah dan Alfina Regina Putri. Tari Gambyong dipilih karena merupakan salah satu tarian tradisional dan sudah biasa dibawakan oleh siswa dalam berbagai kegiatan sekolah.
“Adanya kegiatan ini kita bisa berliterasi budaya, jadi anak-anak yang awalnya belum begitu mengenal tarian ataupun budaya tradisional yang lain, akhirnya saat ini anak-anak sudah mulai tahu,” ujarnya.
Anik berharap kegiatan semacam ini rutin dilaksanakan agar generasi muda mengenal berbagai macam kesenian tradisional, dan juga menjaga agar kesenian tradisional tidak punah kedepannya.
“Kegiatan semacam ini menurut saya memang sangat perlu dilakukan, apalagi kalau setiap tahun diadakan. Biar generasi-generasi muda itu lebih tahu adanya kesenian-kesenian tradisional, jadi biar tidak punah untuk kedepannya,” ujarnya.
Adapun persiapan peserta didik untuk menampilkan Tari Gambyong pada event itu, kata dia, dilakukan dalam waktu satu minggu sebelum acara. Meskipun tarian tersebut sudah biasa dibawakan peserta didik dalam berbagai kegiatan sekolah, ia mengungkap mereka berlatih secara intensif agar dapat membawakannya lebih baik lagi.
Anik menjelaskan, persiapan siswa dalam waktu singkat itu dipimpin langsung oleh guru seni dan budaya. Selain itu sekolah juga berkolaborasi dengan pelatih tari yang ada di sekitar lingkungan sekolah.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan, Sulistiyowati, S.E., M.M., menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Rembang memiliki visi dan misi menampilkan kesenian tradisional lokal yang saat ini peminatnya mulai berkurang.
Lebih lanjut, Sulistiyowati juga menambahkan alasan keterlibatan sekolah-sekolah di sekitar Kecamatan Kragan dan Sluke sebagai pengisi acara adalah untuk memberikan ruang dan kesempatan berekspresi menampilkan berbagai bakat yang dimiliki oleh peserta didik.
“Memberikan kesempatan dan ruang kepada Bapak Ibu guru, ataupun adik-adik, ataupun anak didiknya, untuk berekspresi atau juga menampilkan talent yang ada di sekolah masing-masing, khususnya di sekitar Kecamatan Kragan dan Kecamatan Sluke,” ujarnya.
Salah satu penari Wahyu Nailatus Sa’adah menyampaikan bahwa penampilan mereka dalam acara ini juga membawa pesan kepada masyarakat Kabupaten Rembang untuk senantiasa melestarikan budaya tradisional dan menjaganya agar jangan sampai punah.
“Terus melestarikan budaya, jangan sampai punah,” ujarnya.
Diketahui, dalam acara tersebut peserta didik SMP Negeri 4 Satu Atap Kragan tampil di urutan pertama, sekaligus sebagai penampilan pembuka pada Pekan Budaya Tradisional ini. Total penampil dalam acara ini berjumlah sembilan kelompok, enam diantaranya berasal dari sekolah-sekolah di Kecamatan Kragan dan Sluke.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















