SALATIGA, Beritajateng.id – Penurunan harga telur ayam ras disambut baik pedagang di sejumlah pasar tradisional Kota Salatiga. Hal ini karena harga telur dinilai lebih terjangkau sehingga aktivitas jual beli kembali ramai.
Diketahui, berdasarkan pantauan, saat ini harga telur di Salatiga berada di kisaran Rp25.000-Rp26.000 per kilogram. Harga ini lebih rendah dan dinilai stabil dibandingkan bulan lalu yang sempat mendekati Rp30.000.
Pedagang berharap kondisi ini dapat bertahan dalam beberapa pekan ke depan. Harga yang stabil dinilai menguntungkan semua pihak, baik peternak, pedagang, maupun konsumen, karena menciptakan kepastian dalam transaksi dan menjaga daya beli masyarakat.
Salah seorang pedagang telur di Pasar Raya Salatiga, Rusmiyati mengatakan, turunnya harga dipicu oleh pasokan dari peternak yang mulai melimpah. Hal itu membuat harga di tingkat distributor ikut terkoreksi.
“Pasokan sekarang lebih lancar dibanding beberapa bulan lalu. Barang mudah didapat, jadi harga ikut turun. Pembeli juga mulai ramai lagi karena harganya sudah lebih terjangkau,” ujarnya, Selasa, 29 Juni 2026.
Menurutnya, saat harga telur berada di kisaran Rp29.000 hingga Rp30.000 per kilogram, banyak konsumennya mengurangi jumlah pembelian. Namun setelah harga turun, sebagian besar pelanggan kembali membeli dalam jumlah normal.
Harga Telur Anjlok di tengah Kenaikan Harga Pakan, Peternak Kendal Terancam Bangkrut
Meski harga turun, menurutnya pedagang mengaku tidak khawatir. Volume penjualan justru meningkat karena daya beli masyarakat mulai pulih.
“Kondisi seperti ini, lebih enak jualannya. Perputaran barang yang lebih cepat sehingga bisa menutup selisih keuntungan per kilogram,” ucapnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















