SALATIGA, Beritajateng.id – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Salatiga terus mendorong pelaku UMKM agar naik kelas dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Salah upaya yang dilakukan, yakni mengikuti D’ Modifest Jateng 2026 di Semarang.
Ketua Dekranasda Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, mengatakan keikutsertaan dalam D’Modifest Jateng 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat promosi produk lokal. Hal ini juga sebagai ajang promosi sekaligus mendorong UMKM agar naik kelas tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga branding, legalitas, hingga daya saing.
“Kami terus mendorong UMKM naik kelas. Kita harus ikut event mulai regional hingga nasional seperti Inacraft. Tujuannya untuk meningkatkan daya saing,” katanya, Sabtu, 28 Februari 2026.
Dengan dukungan berkelanjutan dan sinergi lintas sektor, ia berharap UMKM Salatiga mampu menjadi bagian dari penguatan ekosistem fashion halal dan industri kreatif Jawa Tengah.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin mengatakan, industri fashion Jawa Tengah memiliki potensi besar di tingkat nasional.
“Jawa Tengah ini, jika berbicara mengenai fashion, tertinggi di Indonesia setelah Jawa Barat. Jumlah UMKM binaan Provinsi Jawa Tengah juga meningkat signifikan, dari 167.391 unit pada 2020 menjadi 198.780 unit pada 2025. Ini menjadi kekuatan besar yang harus terus kita dorong,” ungkapnya.
Ia juga mendorong para desainer dan pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, serta mengoptimalkan kolaborasi dengan BAZNAS dan perbankan dalam mendukung pembiayaan maupun sertifikasi usaha.
“Bagi Dekranasda Kota Salatiga, keikutsertaan dalam D’Modifest Jateng 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat promosi produk lokal,” katanya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















