SALATIGA, Beritajateng.id – Komisi A DPRD Kota Salatiga mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga agar mengalokasikan anggaran insentif kesejahteraan pendidik non aparatur sipil negara (ASN) di APBD Perubahan 2026.
Ketua Komisi A DPRD Kota Salatiga, Miftah, menegaskan bahwa penganggaran insentif tersebut merupakan langkah penting untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik non-ASN di daerah.
“Kami mendorong agar insentif guru honorer ini bisa masuk dalam APBD Perubahan 2026. Nilainya sekitar Rp7,650 miliar,” ujarnya, Kamis, 30 April 2026.
Ia menyebut total guru honorer di Kota Salatiga yang akan menerima insentif tersebut mencapai sekitar 1.275 orang. Menurutnya, perhatian terhadap guru honorer harus menjadi prioritas karena peran mereka yang vital dalam mendukung proses pendidikan.
Lebih lanjut, Miftah mendorong mekanisme pencairan insentif dilakukan secara rapel setelah anggaran resmi ditetapkan. Hal itu untuk menggantikan insentif yang tidak diberikan di awal tahun. Selanjutnya, insentif harus diberikan secara rutin setiap bulan.
“Penerimaan akan dirapel terlebih dahulu sampai anggaran ditetapkan, setelah itu baru diberikan setiap bulan,” jelasnya.
Ia berharap berharap, Pemkot Salatiga dapat segera menindaklanjuti usulan tersebut agar tidak terjadi keterlambatan dalam pencairan.
“Dengan demikian, para guru honorer dapat segera merasakan manfaat dari kebijakan tersebut,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















