SALATIGA, Beritajateng.id – Wali Kota Robby Hernawan menekankan agar masyarakat mulai memilah sampah organik dan anorganik dari rumah. Hal ini lantaran produksi sampah harian di daerah tersebut telah mencapai 85 hingga 100 ton.
Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen merupakan sampah organik. Robby menuturkan sampah kenis sebenarnya dapat dikelola dari tingkat rumah tangga sebelum berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
“Stop sampah organik dari sumbernya. Kelurahan perlu terus mengedukasi masyarakat agar memilah sampah organik dan anorganik,” kata Robby di Kantor Kelurahan Noborejo, Kecamatan Argomulyo, Senin, 8 Juni 2026.
Menurut Robby, persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Ia menegaskan perlu perubahan pola pikir dan keterlibatan aktif masyarakat untuk mengurangi volume sampah.
Ia menilai pemilahan sampah rumah tangga menjadi langkah sederhana namun memiliki dampak besar terhadap pengurangan beban pengelolaan sampah kota. Sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos atau pakan ternak, sementara sampah anorganik bisa didaur ulang dan memiliki nilai ekonomi.
Robby juga meminta pemerintah kelurahan terus memperkuat edukasi kepada warga agar budaya memilah sampah menjadi kebiasaan sehari-hari. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada kesadaran masyarakat di tingkat lingkungan.
Dalam kesempatan itu selain membahas persoalan sampah, Robby juga menyinggung sejumlah program prioritas pemerintah lainnya, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan ketahanan pangan keluarga, serta pemanfaatan layanan digital melalui Salatiga Online System (SOS).
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















