SALATIGA, Beritajateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga menargetkan angka kemiskinan turun hingga 2,54 persen pada 2030. Target tersebut menjadi arah utama dalam penyusunan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) Kota Salatiga Tahun 2025–2029 yang dibahas dalam audiensi bersama Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin, Selasa, 6 Januari 2026.
Diketahui, Salatiga sudah mampu mencapai penurunan yang cukup signifikan di angka 4,20 persen pada 2025. Pemkot Salatiga berharap angka kemiskinan ini bisa kembali turun di kisaran 3 persen tahun ini.
Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Kota Salatiga Siswo Hartanto mengatakan, penyusunan RPKD dilakukan berdasarkan analisis kondisi wilayah. Hal ini dilakukan guna menentukan lokasi dan kelompok prioritas penanganan kemiskinan.
“Ada 9 dimensi utama yang menjadi fokus perbaikan dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Yakni konsumsi, ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, ketahanan pangan, sosial, ekonomi, dan kewilayahan,” ujarnya dalam audiensi yang digelar di Ruang Kerja Wakil Wali Kota Nina Agustin.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin, mengapresiasi capaian positif tersebut. Namun, ia menekankan pentingnya kesinambungan program serta penguatan kolaborasi lintas OPD agar target jangka panjang dapat tercapai.
Menurut Nina, komunikasi yang baik menjadi kunci utama keberhasilan kerja bersama antar perangkat daerah.
“Kami minta seluruh OPD untuk saling membuka program dan strategi yang dijalankan agar dapat saling mendukung dan menutup celah penanganan kemiskinan,” ujarnya.
Nina mengatakan, kolaborasi tidak akan berjalan tanpa komunikasi yang baik. Karena itu, ia meminta semua OPD menyampaikan program dan strategi masing-masing, sehingga bisa saling mendukung.
“Evaluasi tolong dilaporkan setiap tiga bulan, supaya kendala di lapangan bisa segera diketahui dan dicarikan solusi sebelum evaluasi enam bulan,” tegas Nina.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















