KUDUS, Beritajateng.id – Polres Kudus mengungkap pelaku kasus penusukan yang menyebabkan dua korban kakak beradik yakni DY (29) dan DM (37) di Kelurahan Wergu Wetan meninggal dunia, juga merupakan kakak beradik.
Kedua pelaku berinisial RPM (40) dan AA (37) itu ditangkap di sebuah kamar kos di Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu, 21 September 2025.
“Kedua korban juga merupakan kakak beradik dan dua-duanya meninggal dunia,” ucap Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo.
Ia mengatakan, kasus penusukan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang ini terjadi sekitar pukul 18.30 WIB pada Minggu, 14 September 2025 di depan rumah tersangka RPM. Kedua pelaku masing-masing menggunakan pisau dan golok untuk melukai para korban.
“Ada dua barang bukti. Kedua pelaku mengaku dari awal tidak ada niat untuk menghabisi nyawa korban. Jadi secara spontan karena jengkel lalu mengambil senjata untuk melabrak pelaku, tapi mengakibatkan kedua korban meninggal dunia,” katanya.
AKBP Heru membeberkan, motif kedua pelaku melakukan hal itu yakno lantaran AA merasa jengkel dan dendam terhadap para korban. Dimana, sekitar satu tahun lalu, korban DM pernah ditegur salah satu tersangka karena sering membuat keributan dan gaduh.
“Korban sering membuat gaduh dengan mengkonsumsi miras (minuman keras) sehingga menyebabkan lingkungan terutama keluarga pelaku ini terganggu,” jelasnya.
Setelah ditegur, lanjut Kapolres, bukannya berhenti korban malah menjadi-jadi dan semakin sering membuat kegaduhan. Hal itu membuat tersangka tidak nyaman.
“Bahkan beberapa hari sebelum kejadian, anak dari salah satu tersangka diludahi oleh salah satu korban. Itu yang menyebabkan para tersangka sakit hati dan melakukan tindakan tersebut,” ungkapnya.
Terkait kejadian tersebut, kedua tersangka dikenakan pasal 338 atau 170 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.
“Kami ucapkan terima kasih atas dukungan Jatanras Polda Jateng, Jatanras Polda Bali, Jatanras Polda NTB, Polresta Pati, dan Polres Lombok Barat, sehingga kasus ini cepat terungkap,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















