KUDUS, Beritajateng.id – Hari Jadi Kudus ke-477 tahun ini akan digelar lebih meriah dengan berbagai rangkaian acara. Nilai anggaran yang dikeluarkan untuk perayaan ini bahkan mencapai total Rp3,9 miliar.
Meski begitu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menegaskan anggaran itu tidak membebani APBD. 93 persen pembiayaan berasal dari sponsor, sedangkan pemerintah daerah hanya mengalokasikan sekitar 7 persen dari total kebutuhan anggaran.
Hal itu disampaikan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris usai memimpin rapat persiapan Hari Jadi Kudus ke-477 di Pendopo Kabupaten Kudus, Rabu, 5 Agustus 2026.
“Rangkaian sudah dibuat berkat dukungan semua pihak, termasuk sponsor. Anggaran yang menghabiskan Rp3,9 miliar, hanya 7 persen yang dianggarkan APBD, sedangkan 93 persen dibiayai sponsor,” ujarnya.
Sam’ani menilai kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci terselenggaranya peringatan hari jadi tanpa membebani keuangan daerah secara berlebihan.
Rangkaian perayaan akan dimulai pada 22 Agustus dengan pagelaran wayang kulit, dilanjutkan Kenduren Massal pada 23 Agustus sebagai tradisi yang menjadi identitas masyarakat Kudus.
Selanjutnya, berbagai agenda telah disiapkan. Diantaranya Festival Keluarga Sehat pada 29–30 Agustus, Haul Akbar pada 5 September, Festival Karnaval Budaya, puncak Kudus Integrity Video Festival (KIVFEST), serta Car Free Night pada 12 September.
Kemeriahan berlanjut melalui Mlampah Sesarengan, Kudus Expo UMKM, Kudus Fashion on the Street, hingga Tahlil dan Doa Bersama menjelang hari jadi.
Puncak peringatan akan berlangsung pada 23 September melalui upacara resmi di Pendopo Kabupaten Kudus yang dilanjutkan ziarah ke makam para bupati terdahulu.
Sementara itu, Rekor MURI Tari Lajur Caping Kalo dan konser musik dijadwalkan menjadi penutup kemeriahan pada 26 September. Sebelum rangkaian acara diakhiri, Scooter Go Green Rolling Sareng dan penyerahan bantuan rumah tidak layak huni dari Djarum Foundation juga akan digelar.
Menurut Sam’ani, seluruh kegiatan tidak hanya bertujuan memberikan hiburan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal.
Ia berharap momentum Hari Jadi Kudus dapat dimanfaatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperkenalkan produk unggulan daerah kepada para pengunjung.
“Mohon kepada masyarakat, event ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk UMKM, hiburan, meningkatkan destinasi wisata, sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah dan sport tourism,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















