PEKALONGAN, Beritajateng.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan memastikan seluruh infrastruktur pengendali banjir, termasuk operasional rumah pompa air di berbagai titik rawan siap digunakan menghadapi potensi banjir di musim hujan.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan dan pemeliharaan terhadap seluruh unit pompa agar siap dioperasikan sewaktu-waktu.
“Saat ini ada 46 unit pompa yang siap digunakan, terdiri atas 40 unit lama dan 6 unit baru bantuan dari pemerintah pusat,” ungkap Budi, Kamis, 6 November 2025.
Budi menjelaskan, enam unit pompa baru tersebut memiliki kapasitas besar dan ditempatkan secara strategis di wilayah yang kerap mengalami genangan. Ia berharap upaya ini dapat memperkuat sistem pengendalian banjir, terutama di daerah dengan elevasi rendah.
Pihaknya juga bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Pekalongan untuk memastikan seluruh peralatan berfungsi optimal. Pemeriksaan rutin meliputi kesiapan mesin, pasokan listrik, serta ketersediaan bahan bakar untuk menjamin pompa bisa beroperasi tanpa hambatan saat kondisi darurat.
“Operasional pompa akan menyesuaikan kondisi curah hujan dan ketinggian air. Kami berusaha agar mesin tidak bekerja berlebihan supaya daya tahannya tetap terjaga,” jelas Budi.
Menurutnya, hujan deras dengan durasi lebih dari tiga jam menjadi kondisi yang paling diwaspadai karena berpotensi menimbulkan genangan luas. Untuk itu, BPBD telah menyiagakan petugas yang memantau dan mengoperasikan pompa selama 24 jam jika diperlukan.
“Insyaallah semua sudah siap. Dengan kesiapsiagaan ini, kami berharap potensi genangan maupun banjir di Kota Pekalongan dapat diminimalisir,” tegasnya.
Selain kesiapan teknis, BPBD juga terus berkoordinasi dengan BMKG, pemerintah kelurahan, dan masyarakat di titik-titik rawan banjir. Sosialisasi dan edukasi kepada warga tentang langkah-langkah antisipatif juga terus dilakukan agar masyarakat tetap waspada namun tidak panik.
“Sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi musim hujan tahun ini,” pungkas Budi.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















