REMBANG, Beritajateng.id – Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang memaparkan capaian pembangunan sektor pertanian yang saat ini telah selesai maupun masih berjalan.
Dalam kegiatan Musim Tanam 1 di Desa Waru, Senin, 17 November 2025, Kepala Dintanpan Rembang, Agus Iwan Haswanto mengatakan, berbagai pembangunan infrastruktur dilaksanakan melalui APBD dan APBN tahun anggaran 2025.
Melalui APBD Rembang 2025, Agus merincikan pemerintah daerah tercatat akan membangun 87 titik jalan usaha tani, 2 titik irigasi air tanah dangkal, 2 embung, serta 6 titik Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (Jitut). Selain itu, akan dibangun pula 1 titik irigasi perpompaan serta penguatan infrastruktur air melalui 15 unit embung partisipatif.
Di sisi bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), Kabupaten Rembang juga memperoleh pengadaan berupa 7 unit combine harvester, 80 unit PR2, 26 unit rotari, 62 unit kultivator, 10 unit pompa air, 35 unit perajang tembakau, 29 unit kendaraan roda tiga, serta 145 unit hand sprayer.
Sementara itu, ia mengatakan Rembang mendapatkan program Optimalisasi Lahan (Oplah) sebanyak 25 paket dari APBN 2025 yang terdiri dari pembangunan 1 unit dam parit, 1 unit longstorage, 22 sumur bor, serta 1 unit embung.
Agus menegaskan bahwa dukungan pemerintah daerah, khususnya Bupati Rembang, terhadap sektor pertanian sangat besar.
“Ini komitmen luar biasa dari Pak Bupati kepada kita semua para petani. Setiap tahunnya menggelontorkan alsintan yang tidak sedikit, kemudian juga perbaikan prasarana pertanian, mulai dari jalan usaha tani maupun yang lainnya, baik bersumber dari APBD maupun APBN,” ujarnya.
Dengan berbagai program tersebut, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang menargetkan peningkatan produktivitas serta penguatan sarana penunjang pertanian untuk menjaga ketahanan pangan daerah.
Jurnalis: Muhammad Faalih
Editor: Tia















