KUDUS, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menetapkan Desa Kesambi di Kecamatan Mejobo sebagai pilot project atau percontohan program Sanitasi Aman.
Program yang digagas bersama dengan Bhakti Sosial Djarum Foundation ini menjadi langkah awal Pemkab Kudus dalam membangun sistem sanitasi berbasis keluarga yang aman, sehat, dan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.
Sebagai proyek percontohan, Desa Kesambi telah mendapatkan pembangunan 349 unit sanitasi aman yang menyasar rumah tangga serta fasilitas umum.
Keberadaan sanitasi tersebut diharapkan mampu menyediakan sumber air bersih yang layak konsumsi dan terbebas dari kontaminasi bakteri akibat kebocoran limbah jamban.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris menegaskan keberhasilan program percontohan ini sangat bergantung pada keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Mulai dari Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), ibu rumah tangga, tokoh masyarakat, hingga pemerintah desa, menurutnya harus berperan aktif dalam menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun.
Menurut Endhah, program Sanitasi Aman bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya bersama untuk membenahi pengelolaan limbah rumah tangga agar tidak mencemari air minum warga.
Dengan sanitasi yang tertata, lingkungan sehat dapat terwujud dan risiko penyakit berbasis lingkungan bisa ditekan.
“Program ini menjadi pondasi penting untuk mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas menuju Generasi Emas 2045. Karena itu, Desa Kesambi sebagai pilot project harus benar-benar berhasil,” ujar Endhah saat Rembuk Sanitasi di Desa Kesambi, Rabu malam, 7 Januari 2026.
Endhah juga berharap keberhasilan di Desa Kesambi dapat menjadi contoh bagi desa dan kelurahan lain di Kudus.
Ke depan, program Sanitasi Aman ditargetkan dapat menjangkau seluruh 132 desa dan kelurahan secara bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran dan dukungan mitra.
Deputy Program Director Bhakti Sosial Djarum Foundation, Achmad Budiharto menyampaikan bahwa program percontohan ini tidak hanya berfokus pada rumah warga, tetapi juga fasilitas umum seperti masjid, sekolah, pesantren, dan Tempat Penitipan Anak (TPA).
“Program ini diintegrasikan dengan penghijauan lahan tidak produktif dan bantaran sungai untuk menciptakan lingkungan yang lebih asri dan higienis.” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kesambi, Muhammad Masri, menyatakan kesiapan pemerintah desa dan masyarakat untuk mengawal penuh program Sanitasi Aman tersebut.
“Kolaborasi lintas sektor dalam pilot project ini menjadi modal penting bagi peningkatan kesehatan dan kualitas lingkungan Desa Kesambi secara berkelanjutan,” tandasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















