PEKALONGAN, Beritajateng.id – Bencana angin kencang disertai hujan deras melanda wilayah Kabupaten Pekalongan pada Sabtu, 10 Januari 2026. Berdasarkan data, ada lima kecamatan di wilayah tersebut yang terdampak bencana tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Agus Pranoto mengatakan, cuaca ekstrem di Pekalongan pada Januari 2026 ini dipicu tingginya curah hujan. Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan tercatat berada pada kategori sangat tinggi, yakni di atas 500 milimeter.
“Untuk bulan Januari ini, sesuai perkiraan BMKG, curah hujan di Kabupaten Pekalongan kategorinya sangat tinggi, di atas 500 milimeter,” ujar Agus Pranoto saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, 12 Januari 2026.
Agus menjelaskan, dampak paling signifikan terjadi di Kecamatan Kesesi. Di wilayah tersebut, angin kencang menyebabkan pohon tumbang dan tiang listrik ambruk sehingga mengakibatkan pemadaman listrik dan terganggunya akses warga. Selain itu, sejumlah fasilitas umum turut mengalami kerusakan.
“Di Kesesi, atap gedung SMK NU Kesesi rusak karena gentengnya terbang, kemudian tempat parkir RSUD Kesesi juga terbang. Selain itu, rumah warga di Dusun Kemukus, Desa Karangrejo, ikut mengalami kerusakan,” jelasnya.
Secara keseluruhan, BPBD mencatat sebanyak 81 rumah di Kecamatan Kesesi terdampak bencana, dengan kategori kerusakan berat, sedang, hingga ringan.
Kerusakan juga terjadi di Kecamatan Karangdadap, meliputi pohon tumbang di Jalan Karangdadap–Talun, Jalan Karangdadap–Doro, serta di wilayah Desa Kaligawe.
Di Kecamatan Doro, pohon tumbang dilaporkan terjadi di Desa Bligorejo, sementara di Kecamatan Sragi, pohon tumbang menutup akses di depan SMP Negeri 3 Sragi.
Sementara itu, di Kecamatan Bojong, pohon tumbang terjadi di ruas Jalan Bojong–Wonopringgo. Selain itu, sebanyak 14 rumah warga yang tersebar di 14 desa di Bojong mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap.
Agus menambahkan, proses penanganan bencana dilakukan sejak hari kejadian dengan melibatkan berbagai pihak.
“Alhamdulillah, bersama TNI, Polri, seluruh relawan, dan masyarakat, sebagian besar kejadian sudah bisa ditangani pada hari Sabtu,” katanya.
Penanganan kemudian dilanjutkan pada Minggu, 11 Januari 2026, meskipun wilayah Kabupaten Pekalongan masih diguyur hujan. Lokasi yang ditangani antara lain di Karangrejo Kesesi, Kaligawe, serta wilayah Kedung Kebo, Karangdadap. Di sejumlah titik tersebut, pohon tumbang berukuran besar bahkan sempat mengenai rumah warga.
“Alhamdulillah, penanganan lanjutan di hari Minggu bisa berjalan aman dan sekarang semua sudah clear,” ungkap Agus.
BPBD Kabupaten Pekalongan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi.
“Harapan saya hari ini kita tetap waspada dan siaga. Mudah-mudahan curah hujan tidak terlalu tinggi,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















