KUDUS, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Perhubungan (Dishub) berencana membangun satu unit Area Traffic Control System (ATCS) baru di Simpang Empat Jember tahun ini.
Pembangunan ATCS ini bertujuan mengendalikan kemacetan berbasis teknologi, sehingga kelancaran lalu lintas (lalin) di Kudus dapat tercipta. Simpang Empat Jember dipilih karena dinilai memiliki tingkat kepadatan kendaraan yang cukup tinggi, terutama pada jam sibuk.
Kepala Dishub Kudus, Mundir, melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana serta Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), Mukhlisin, menjelaskan bahwa rencana pembangunan tersebut telah masuk dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Untuk ATCS 2026 ini kita rencanakan pembangunan satu unit di Simpang Empat Jember,” kata Mukhlisin, Senin, 26 Januari 2026.
Ia menjelaskan ATCS yang akan dibangun tidak sekadar lampu lalu lintas biasa. Sistem ini dilengkapi empat kamera statis dan satu kamera putar 360 derajat yang mampu memantau arus kendaraan dari berbagai arah.
Selain itu, Mukhlisin menuturkan teknologi pintar yang digunakan memungkinkan pengaturan lampu lalu lintas menyesuaikan kondisi kepadatan di lapangan.
Menariknya, ATCS tersebut juga akan dilengkapi fitur battery saver yang mampu menyimpan daya hingga empat jam. Dengan begitu, sistem tetap beroperasi meskipun terjadi pemadaman listrik.
“Nantinya menggunakan sistem smart dan ada battery saver. Jadi ketika listrik padam, sistem masih bisa berjalan,” jelasnya.
Ia menjelaskan pembangunan ATCS ini menelan anggaran fisik sekitar Rp1,35 miliar yang bersumber dari APBD. Proses pengadaan diperkirakan dimulai setelah Lebaran, sekitar Maret hingga April 2026, dilanjutkan dengan pembangunan fisik dan instalasi.
“Biasanya butuh waktu sekitar tiga bulan sampai bisa difungsikan,” imbuh Mukhlisin.
Saat ini, Dishub Kudus baru memiliki dua titik ATCS, masing-masing di Simpang Pentol dan Simpang DPRD. Dengan tambahan di Simpang Jember, diharapkan pengaturan lalin di kawasan perkotaan semakin optimal.
Selain ATCS, Dishub juga mengelola 35 unit CCTV yang tersebar di sejumlah titik strategis. Untuk menjaga kinerjanya, anggaran pemeliharaan rutin sekitar Rp80 juta dialokasikan setiap tahun.
Perawatan itu meliputi penggantian kabel, pembersihan kamera, pengecekan arah pantauan, hingga pembaruan alamat IP sistem.
Mukhlisin menambahkan, faktor cuaca kerap mempengaruhi kualitas kamera sehingga perawatan berkala menjadi hal mutlak.
“Meski ada pelindung, tetap perlu servis rutin agar fungsinya maksimal,” bebernya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















