KUDUS, Beritajateng.id – Sejumlah pedagang di event Dandangan Kudus mengeluhkan fasilitas yang kurang memadai seperti tenda bocor saat hujan hingga listrik mati.
Salah satu pedagang di blok G atau di dekat perempatan Jember, Mikael, mengatakan tendanya sempat kebocoran saat hujan deras karena terdapat banyak lubang, sehingga air hujan merembes.
Selain itu, sekat antara tenda satu dengan tenda yang lain juga ikut dialiri air. Akibatnya, Mikael yang menyewa dua tenda terpaksa harus menutup sendiri sekat antar tenda agar dagangan yang dipajang tidak basah.
“Tenda saya bocor. Dagangan saya juga sempat basah karena kena air yang keluar dari sekat antar tenda,” ujarnya.
Dirinya pun sudah menambal secara mandiri beberapa lubang tenda dengan menggunakan lakban. Sekat antar tenda juga telah ditutup seadanya menggunakan terpal.
“Ini sudah mendingan, tidak terlalu bocor lagi,” tuturnya.
Pedagang lain di blok yang sama, Riska Amelia juga memberikan keluhan. Ia menyebut bahwa saat hujan, air sempat mengalir di sekat antar tenda.
Dirinya kemudian mengakali kondisi tersebut dengan menutup sekat dengan terpal seadanya, supaya air hujan tidak langsung mengalir ke tengah-tengah area dagangannya.
Selain itu, ia mengungkap pada hari pertama pelaksanaan Dandangan, Sabtu, 7 Februari 2026, listrik di blok-nya belum bisa menyala hingga pukul 21.00 WIB. Padahal lapaknya sudah buka mulai pukul 16.00 WIB.
“Kalau tenda aman, cuma memang sekat antara tenda ini kena air brobos,” ucapnya.
Sebagai informasi, tradisi tahunan untuk menyambut Ramadan ini digelar di sepanjang Jalan Sunan Kudus. Para pedagang kaki lima (PKL) berjualan di ratusan tenda yang disediakan oleh Dinas Perdagangaan dengan variasi harga sewa.
Untuk stand di sepanjang Jalan Sunan Kudus dari Alun-alun Simpang Tujuh hingga Jembatan Kali Gelis disewakan seharga Rp3 juta hingga Rp3,5 juta. Sementara di area Jembatan Kali Gelis hingga Perempatan Jember disewakan sekitar Rp1,5 juta.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















