REMBANG, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang bakal membangun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan konsep Refuse Derived Fuel (RDF) mini. Proyek ini akan dibangun di Kecamatan Sedan untuk menangani masalah sampah di wilayah timur Rembang,
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang, Ika Himawan Afandi, menjelaskan TPA RDF mini merupakan teknologi yang mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif.
“Rencana mau dibikin RDF mini. Kemarin sudah ada investor namun belum ada yang cocok,” ujarnya, Kamis, 5 Maret 2026.
Menurut Ika, apabila dalam waktu dekat belum ada investor yang sesuai, pembangunan TPA RDF mini tersebut tetap akan dibangun dengan kemungkinan pembiayaan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Ia juga mengungkap Bupati Rembang, Harno, telah menyiapkan desain untuk pembangunan TPA RDF mini sebagai langkah awal realisasi proyek tersebut.
“Pak Bupati sudah memberikan desainnya. Kalau nanti ada investor yang cocok, itu yang dipakai,” jelasnya.
Meski begitu, realisasi pembangunan TPA RDF mini di Sedan direncanakan mulai dibangun setelah proyek RDF di TPA Landoh, Kecamatan Sulang, terlebih dahulu berjalan.
Di tengah rencana pembangunan tersebut, persoalan sampah di wilayah Sedan sering menjadi perbincangan hangat di media sosial. Warganet menyoroti tumpukan sampah yang pernah muncul di pinggir Jalan Sedan-Lodan, tepatnya di wilayah timur Kecamatan Sedan.
Beberapa warga menyebut sebelumnya sampah sempat dibuang di pinggir jalan sebelum akhirnya dibersihkan dan dipindahkan ke sisi jalan lainnya.
“Dulu buang sampahnya di pinggir jalan, setelah dibersihkan sekarang pindah ke sebelah barat,” tulis salah satu warga dalam komentar media sosial.
Akun Titin Syafa juga mengungkap pengalamannya saat melintas di lokasi tersebut beberapa tahun lalu. Ia mengaku sudah mencium bau menyengat dari tumpukan sampah sejak lama.
“Empat tahun lalu pernah lewat situ baunya menyengat. Oh ternyata sampai sekarang malah tambah parah,” tulisnya.
Komentar lain datang dari akun Roisah yang menyoroti dampak lingkungan akibat tumpukan sampah tersebut. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan yang dapat berdampak pada kesehatan masyarakat.
“Pencemaran lingkungan seperti ini bisa memicu penyakit,” tulisnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















