KUDUS, Beritajateng.id – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus melakukan pemeriksaan langsung kandungan bahan pada jajaran takjil yang dijual pedagang kaki lima (PKL) selama Ramadan.
Pengecekan dilakukan dengan mengambil sejumlah sampel makanan yang cukup populer di pusat jajanan takjil Kampung Ramadan di Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Beberapa diantaranya seperti roles berwarna, cumi bakar, cauki, hingga ayam teriyaki.
Sampel jajanan takjil tersebut kemudian diuji menggunakan alat rapid test guna mendeteksi kemungkinan adanya bahan berbahaya.
Sekretaris DKK Kudus, Nuryanto, menjelaskan bahwa pemeriksaan difokuskan pada kemungkinan penggunaan zat kimia berbahaya seperti rhodamin sebagai pewarna sintetis dan boraks yang kerap disalahgunakan sebagai pengawet.
“Kami melakukan pengecekan apakah makanan mengandung bahan berbahaya seperti rhodamin dan boraks. Alhamdulillah hasilnya negatif,” ujarnya saat dikonfirmasi baru-baru ini.
Menurut Nuryanto, kegiatan pengawasan makanan di pusat jajanan Ramadan merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap tahun.
Program ini juga dilaksanakan melalui kerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memastikan standar keamanan pangan tetap terjaga di tengah tingginya aktivitas jual beli makanan selama bulan puasa.
“Pemeriksaan dilakukan menggunakan rapid test sanitarian kit yang memungkinkan petugas melakukan pengujian langsung di lapangan,” terangnya.
Metode ini dinilai efektif untuk mendeteksi potensi kandungan bahan berbahaya secara cepat sebelum sampel dibawa untuk pemeriksaan lanjutan.
“Lokasi Kampung Ramadan Demaan dipilih karena saat ini menjadi salah satu pusat keramaian kuliner Ramadan di Kudus,” bebernya.
Kawasan tersebut menurutnya menggantikan Pasar Bubar di sekitar Menara Kudus yang pada tahun-tahun sebelumnya menjadi titik favorit masyarakat mencari takjil.
Meski hasil pengujian menunjukkan jajanan takjil yang dijual aman dikonsumsi, petugas masih menemukan beberapa pedagang yang menggunakan kemasan styrofoam untuk makanan panas yang tidak dianjurkan dalam standar kesehatan.
“Kami juga memberikan edukasi kepada pedagang agar menggunakan kertas atau dus sebagai pengganti styrofoam,” jelas Nuryanto.
DKK Kudus berharap masyarakat tetap selektif saat membeli jajanan takjil Ramadan. Selain memperhatikan kebersihan pedagang, warga juga diminta memperhatikan kesegaran dan aroma makanan agar terhindar dari risiko gangguan kesehatan.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















