KUDUS, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus bakal mengkaji kebutuhan armada bus untuk arus balik Lebaran. Hal ini lantaran banyak pemudik yang berharap adanya fasilitas seperti mudik gratis.
Bupati Sam’ani Intakoris mengakui bahwa kebutuhan masyarakat tidak hanya berhenti pada arus mudik dan menginginkan adanya fasilitas serupa untuk perjalanan kembali ke kota perantauan setelah Lebaran.
Ia mengatakan usulan tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah. Namun, menurutnya penyediaan armada arus balik dinilai memiliki tantangan tersendiri karena waktu kepulangan pemudik tidak seragam.
“Kalau arus balik ini tidak seperti mudik. Kepulangannya tidak bersamaan, ada yang seminggu, dua minggu, bahkan lebih. Jadi harus dihitung betul kebutuhannya,” jelasnya.
Pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengkaji kemungkinan penyediaan fasilitas arus balik gratis ini, termasuk menghitung jumlah armada yang dibutuhkan serta potensi dukungan dari pihak sponsor.
Sementara itu, salah satu peserta mudik gratis, Muhammad Soleh (41), mengaku program tersebut sangat membantu dirinya dan rombongan. Ia berharap ke depan layanan tidak hanya tersedia saat keberangkatan, tetapi juga saat kembali ke Jakarta.
“Kalau bisa ada juga untuk baliknya, karena sangat membantu. Apalagi bagi kami yang berangkat rombongan,” katanya.
Soleh yang berasal dari Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu, tersebut mengaku baru pertama kali mengikuti program mudik gratis. Ia berencana menghabiskan waktu sekitar dua minggu di kampung halaman sebelum kembali bekerja.
Diketahui, dalam program mudik gratis ini, Pemkab Kudus menyediakan sebanyak 14 armada bus untuk mengangkut warga Kudus dari Jakarta menuju kampung halaman pada Senin, 16 Maret 2026 kemarin.
Program ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga sektor swasta.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















