SALATIGA, Beritajateng.id – Ratusan buruh di Kota Salatiga antusias mengikuti sejumlah kegiatan peringatan May Day atau Hari Buruh Internasional yang digelar di halaman kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga, Jumat, 1 Mei 2026.
Berbagai kegiatan yang digelar mulai dari joget bersama diiringi musik, senam zumba, hingga berburu door prize yang disiapkan panitia. Tak hanya itu, panitia juga menyediakan layanan cek kesehatan gratis, donor darah, serta menghadirkan tenda-tenda UMKM yang ikut meramaikan suasana.
Menariknya, perayaan ini juga melibatkan keluarga buruh, termasuk anak-anak yang turut menikmati rangkaian acara. Salah satu buruh, Hendra, mengaku terkesan dengan konsep perayaan May Day tahun ini. Ia bahkan baru pertama kali merasakan suasana seperti ini.
“Ini sangat menarik. Baru pertama kali saya ikut. Acaranya ramai, banyak kegiatan, dan door prize juga banyak,” ujarnya.
Menurutnya, peringatan Hari Buruh tidak harus selalu dilakukan dengan aksi turun ke jalan. Ia berharap, momentum ini tetap mampu membawa dampak nyata bagi kesejahteraan pekerja.
“Harapannya kesejahteraan buruh lebih baik dan hak-hak pekerja bisa dipenuhi,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin mengatakan, peringatan May Day ini menjadi ajang mempererat hubungan antara buruh, pengusaha, dan pemerintah. Selain hiburan, kegiatan ini juga diisi dengan aksi sosial seperti pembagian sembako dan santunan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus bentuk kepedulian sosial,” katanya.
Ia mengungkapkan, saat ini terdapat 784 perusahaan di Salatiga, terdiri dari 32 perusahaan besar, 76 perusahaan sedang, 81 perusahaan kecil, dan 595 usaha mikro. Dari jumlah tersebut, total tenaga kerja yang terserap mencapai 41.479 orang.
Menurutnya, peran buruh dan pengusaha sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, Pemkot Salatiga berkomitmen menjaga hubungan industrial yang harmonis.
Nina juga mengingatkan, para buruh dapat menyampaikan aduan melalui Dinas Ketenagakerjaan jika menghadapi permasalahan di tempat kerja. Sepanjang 2025, tercatat 19 aduan dan seluruhnya telah diselesaikan. Sementara pada 2026, terdapat delapan aduan, dengan tujuh kasus sudah tuntas dan satu masih dalam proses.
“Silakan disampaikan jika ada persoalan, kami upayakan solusi yang adil,” tegasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















