KUDUS, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan deklarasi damai untuk mencegah adanya kasus tawuran.
Deklarasi damai ini melibatkan para pelajar di tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Kudus yang dipusatkan di SMA Negeri 2 Kudus, Senin, 11 Mei 2026. Kegiatan ini digelar mengingat maraknya kasus tawuran maupun tindakan kriminal lainnya yang melibatkan pelajar.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menegaskan deklarasi damai ini merupakan bentuk inisiatif bersama Forkopimda untuk mencegah terulangnya aksi tawuran maupun tindakan kriminal yang melibatkan pelajar.
Menurutnya, seluruh unsur pemerintah bersama aparat keamanan berkomitmen menjaga situasi Kudus tetap aman dan kondusif, terutama menjelang momen kelulusan sekolah yang kerap diwarnai aksi konvoi hingga bentrokan antar pelajar.
“Ini merupakan upaya inisiatif bersama jajaran Forkopimda, bagaimana Kabupaten Kudus ini tidak ada lagi tawuran, tidak ada lagi tindakan-tindakan kriminal, perkelahian maupun tindakan-tindakan yang lain,” ujarnya.
Sam’ani juga memberikan pesan khusus kepada para pelajar agar momentum kelulusan tidak diisi dengan kegiatan negatif. Ia meminta siswa merayakan kelulusan secara positif dan mempersiapkan diri untuk jenjang pendidikan berikutnya.
Ia berharap para pelajar dapat fokus mengejar cita-cita dan tidak terlibat tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
“Saya berpesan kepada para pelajar, tolong untuk kelulusan nanti jangan ada tawuran, tapi diisi dengan kegiatan-kegiatan positif untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” katanya.
Bupati menilai peran sekolah, orang tua, dan lingkungan sangat penting dalam mengawasi pergaulan pelajar. Dengan adanya deklarasi damai tersebut, ia berharap tidak ada lagi konflik antar pelajar di Kudus dan tercipta lingkungan pendidikan yang aman serta mendukung masa depan generasi muda.
Sementara itu, Wakapolres Kudus Kompol Rendi Johan Prasetyo menyampaikan pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kasus tawuran yang terjadi beberapa waktu terakhir. Selain itu, kepolisian juga memperkuat langkah pencegahan melalui patroli dan sosialisasi ke sekolah-sekolah.
“Kami minta waktu untuk melakukan pendalaman,” ujarnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















