KUDUS, Beritajateng.id – Para pedagang memprotes pembongkaran kanopi di area pelataran timur Pasar Bitingan Kudus. Pembongkaran yang dilakukan pada Rabu, 20 Mei 2026 ini dinilai janggal lantaran dilakukan oleh pihak RSUD Loekmonohadi.
Ketua Paguyuban Pasar Bitingan Kudus, Kunarto, menyebut para pedagang merasa keberatan atas tindakan tersebut karena dinilai tidak sesuai kewenangan, terlebih tidak ada pemberitahuan resmi dari Dinas Perdagangan (Disdag) Kudus sebagai pengelola pasar.
“Ini offside. Pasar wilayahnya Dinas Perdagangan seharusnya yang membongkar ya dari Dinas Perdagangan. Kenapa pihak rumah sakit yang membongkar,” katanya saat ditemui di lokasi, Kamis, 21 Mei 2026.
Menanggapi hal itu, Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD dr. Loekmonohadi Kudus, Edi Susanto, yang turut memantau pelaksanaan pembongkaran menegaskan pembongkaran kanopi tidak berkaitan dengan proyek pembangunan Gedung Kudus Sehat.
Sebelum dibongkar, Edi menegaskan pihak RSUD Loekmonohadi telah berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Disdag Kudus dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus.
Ia menjelaskan area pelataran timur Pasar Bitingan nantinya direncanakan untuk digunakan sebagai garasi armada Pemadam Kebakaran.
“Ini kan punyanya Dinas Perdagangan. Kami mendapatkan perintah untuk memasang di Dinas Pemadam Kebakaran untuk garasi Dinas Pemadaman Kebakaran. Jadi ini kan aset pemda yang digunakan untuk pemda lagi, walaupun pelaksanaan dari RSUD,” ujarnya.
Edi kembali menegaskan bahwa pembongkaran kanopi tidak menjadi bagian dari pengembangan Gedung Kudus Sehat yang saat ini tengah berjalan.
“Tidak. (Gedung) Kudus Sehat pembangunannya sampai di bedeng sesuai sertifikat yang ada,” tegasnya.
Setelah dilakukan dialog antara pihak RSUD dengan pedagang, ia menuturkan pembongkaran sementara dihentikan guna menunggu koordinasi lanjutan dengan dinas terkait.
“Hasil diskusi berjalan dengan baik. Ketua paguyuban dan pedagang sudah berkomunikasi dengan baik. Sementara kami hentikan pembongkaran ini sambil koordinasi dengan dinas terkait,” tandasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















