KUDUS, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berencana membangun marka khusus jalur sepeda di sejumlah lokasi dengan luas 3.000 meter persegi. Untuk merealisasikan proyek itu, Pemkab Kudus pun menyiapkan anggaran sekitar Rp900.
Kepala Bidang Keselamatan dan Sarana Prasarana Lalu Lintas Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus, Sahri Noto Utomo mengatakan, pembuatan jalur khusus sepeda mulai dimasifkan sejak 2024. Pemkab Kudus kemudian menambah lagi titik-titik lokasi jalur sepeda pada tahun ini.
”Penambahan jalur sepeda kami tambah lagi pada 2026 di sejumlah ruas, seperti Jalan Jenderal Sudirman. Jalan itu kalau siang hari padat karena aktivitas sekolah sedangkan malam hari ada coffee street,” ungkapnya.
Ia mengakui pembuatan marka jalur sepeda sendiri memang banyak berada di area perkotaan. Contoh ruas yang sudah memiliki marka jalur sepeda yakni di Jalan Sunan Kudus, Jalan Ramelan dan Jalan Ahmad Yani.
Sahri menegaskan, pengadaan jalur khusus sepeda merupakan upaya untuk memberikan keamanan dan kenyamanan lalu lintas terutama bagi pesepeda. Pemkab Kudus terus mendorong penyediaan fasilitas memadai bagi semua pengguna jalan.
”Tidak hanya memberikan kenyamanan pesepeda, hal ini juga merupakan komitmen Pemkab Kudus untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Marka ini untuk menciptakan budaya bersepeda yang aman, nyaman, dan berkelanjutan,” terangnya.
Pembuatan marka jalur sepeda, kata dia, juga bertujuan untuk mengurangi polusi. Selain aspek itu, marka jalur sepeda itu diharapkan mendorong pengguna jalan saling menghormati satu sama lainnya.
Apalagi, jalur sepeda yang dibuat oleh Pemkab Kudus dipastikan sudah sesuai dengan aturan Kementerian Pekerjaan Umum. Pihaknya berharap melalui proyek penambahan marka jalur sepeda ini membuat masyarakat menjadi lebih senang bersepeda.
”Jalur sepeda yang semakin banyak bisa menjadi daya tarik warga untuk bersepeda di kawasan perkotaan sehingga turut mengurangi polusi dari asap kendaraan bermotor. Adanya jalur ini diharapkan pengendara sepeda motor menghargai pesepeda,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















