KUDUS, Beritajateng.id – Kabupaten Kudus berhasil menghimpun dana kepedulian sosial untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar Rp133 juta. Donasi ratusan juta itu bersumber dari Aparatur Sipil Negara (ASN) setempat dan para guru yang tergabung dalam Korpri dan PGRI.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris di Pendopo Kabupaten Kudus, Jumat, 28 Agustus 2026. Ia mengatakan donasi sebesar Rp133.904.000 tersebut merupakan pengumpulan donasi tahap kedua.
Sebelumnya, Pemkab Kudus juga menggalang dana bersama masyarakat melalui Panggung Rakyat dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026. Dari kegiatan tersebut terkumpul donasi sebesar Rp17.845.000.
“Ini merupakan pengumpulan donasi tahap dua, setelah sebelumnya kami mengumpulkan donasi saat penyelenggaraan Panggung Rakyat di 17 Agustus 2026 yang lalu, bersama-sama dengan masyarakat,” ujar Sam’ani.
Sam’ani mengapresiasi kepedulian ASN Kudus yang ikut menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu korban bencana. Menurutnya, bantuan tersebut bukan sekadar nominal, tetapi menjadi wujud empati terhadap sesama warga Indonesia.
“Kami berterima kasih kepada seluruh ASN Pemkab Kudus yang telah menunjukkan empati dan kepedulian kepada saudara kita di NTT. Ini merupakan bentuk solidaritas, kepedulian sosial,” katanya.
Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Kudus, Ahadi Setiawan, mengatakan para guru turut berkontribusi dalam donasi tersebut. Dari lingkungan PGRI Kudus, dana yang disalurkan melalui Pemkab Kudus mencapai Rp25 juta.
“Yang kami serahkan Rp25 juta lewat pemerintah daerah,” ujar Ahadi.
Namun, ia mengatakan kepedulian PGRI Kudus tidak berhenti pada penyerahan bantuan tersebut. Organisasi profesi guru itu masih berencana menghimpun donasi tambahan untuk disalurkan melalui PGRI Provinsi Jawa Tengah.
“Insyaallah kita himpun lagi untuk persiapan donasi yang akan dilakukan dari PGRI Provinsi Jawa Tengah,” bebernya.
Ahadi menegaskan, aksi sosial tersebut melibatkan guru dari berbagai latar belakang, baik sekolah negeri maupun swasta, termasuk guru honorer. Menurutnya, PGRI Kudus telah berulang kali menggalang bantuan untuk korban berbagai bencana di Indonesia.
“Ini bukan pertama kalinya kita melakukan donasi. PGRI sudah berkali-kali menghimpun dana bantuan untuk berbagai musibah bencana alam yang pernah terjadi di tanah air. Ini wujud kepedulian kita,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Utia Lil















