REMBANG, Beritajateng.id – Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Sekolah Dasar Kabupaten Rembang Tahun 2026 resmi dibuka. Pembukaan berlangsung di halaman Upacara SDN 2 Kutoharjo sementara perlombaan dipusatkan di SDN 2 Kutoharjo dan SDN 5 Kutoharjo.
Tahun ini, FTBI SD diikuti 98 peserta yang terbagi dalam tujuh cabang lomba, dengan masing-masing cabang 14 peserta. Diantaranya Sesorah (berpidato), Maca Geguritan, Nembang Macapat, Ndhagel Ijen (komedi tunggal), Nulis Cerkak, Ndongeng (membaca dongeng), serta Nulis lan Maca Aksara Jawa.
Kepala Dindikpora Rembang Achmad Sholchan mengatakan, FTBI tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga merupakan bagian dari upaya menjaga keberadaan bahasa Jawa agar tetap dikenal oleh generasi muda.
“Kegiatan ini merupakan salah satu wadah dan upaya bersama agar bahasa Jawa dapat terus berkembang, lestari, serta semakin dikenal oleh anak-anak sekolah dasar,” katanya saat membuka acara.
Solchan berharap pembelajaran bahasa Jawa tidak berhenti pada kegiatan festival, tetapi terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya, anak-anak semakin percaya diri menggunakan bahasa Jawa, baik dalam kegiatan pembelajaran maupun dalam kehidupan sehari-hari. Ini tanggung jawab kita bersama untuk menjaga bahasa ibu agar tetap hidup dan berkembang,” imbuhnya.
Salah satu peserta. Aura Zaskiya Putri dari Kecamatan Sedan berhasil meraih juara pertama cabang Ndongeng dengan nilai 274,00. Ia mengatakan FTBI memberikan pengalaman untuk meningkatkan keberanian tampil di depan banyak orang.
“Alhamdulillah saya senang sekali bisa mendapatkan juara pertama. Saya berterima kasih kepada guru dan orang tua yang sudah membimbing dan memberikan dukungan. Dari kegiatan ini saya juga semakin senang belajar dan menggunakan bahasa Jawa,” ujarnya. (Adv)
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Tia















