BLORA, Beritajateng.id – Sejumlah siswa di SDN 1 Tutup, Kecamatan Tunjungan, masih mengeluhkan sakit perut usai diduga mengalami keracunan pada Kamis, 1 Oktober 226 kemarin.
Mereka diketahui tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) setelah insiden tersebut, namun masih mengalami sakit perut. Sementara dua dari 13 siswa yang diduga keracunan mengajukan izin sakit.
Mendengar beberapa siswa masih mengeluh sakit perut, Kepala SDN 1 Tutup Mustopa Kamar Riyanto menuturkan pihaknya kembali meminta petugas Puskesmas Tunjungan melakukan pemeriksaan di sekolah.
“Yang masih ada rasa sakit perut maupun pusing diperiksa lagi dari puskesmas dan diberi obat. Lima siswa masih mengeluhkan sakit perut,” bebernya.
Kamal menyebut pemeriksaan itu juga dilakukan kepada dua siswa yang sebelumnya mengajukan izin tidak masuk sekolah. Keduanya di jemput oleh guru untuk diperiksa lagi di sekolah.
“Yang dua tadi tidak masuk, dijemput dirumah lalu diperiksa di sekolahan. Jadi yang dua pulang lagi setelah diperiksa dan diberi obat,” terangnya.
Ia mengungkap saat ini jumlah siswa yang mengalami keluhan sakit perut, pusing hingga muntah bertambah satu siswa dari kelas lima. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan kesehatan siswa setelah insiden terjadi.
“Ada satu siswa kelas lima yang mengalami keluhan serupa. Jadi jumlahnya bertambah menjadi 14 siswa yang mengalami keluhan,” bebernya.
Dugaan Keracunan MBG Kembali Terjadi di Tunjungan Blora, Puluhan Siswa Diperiksa
Sebagai informasi tambahan, sebelumnya diberitakan 13 siswa mengalami insiden gangguan kesehatan secara bersamaan setelah menyantap MBG pada Kamis, 1 Oktober 2026. Makanan tersebut didistribusikan oleh SPPG Tutup yang berada di bawah Yayasan Pelita Gizi Makmur.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Utia Lil















