PEKALONGAN, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menargetkan produksi padi tembus 222 ribu ton pada 2026 ini. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Sukirman dalam agenda penyerahan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) di Aula Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP).
“Target produksi ini diharapkan dapat menjadi penopang capaian ketahanan pangan Jawa Tengah pada tahun 2026,” katanya, Rabu, 21 Januari 2026.
Sukirman juga membeberkan bahwa Pemkab Pekalongan memasang target produksi komoditas jagung sebesar 12 ribu ton dan tebu 115 ribu ton.
Ia berharap dengan adanya bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) ini target produksi tiga komoditas ini dapat tercapai.
Mewakili Bupati Pekalongan, ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI dan Menteri Pertanian atas dukungan bantuan yang diberikan, serta kepada DPRD dan jajaran DKPP yang telah mengawal proses hingga bantuan terealisasi.
Menurutnya, alsintan menjadi salah satu kunci percepatan pengolahan lahan dan peningkatan hasil panen.
“Bantuan alsintan ini sangat penting untuk meningkatkan sektor pertanian sekaligus mendukung program Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan swasembada pangan,” ujar Sukirman.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Tengah untuk mengembalikan posisi Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan produksi serta pemantauan rutin kondisi persawahan, termasuk yang terdampak banjir di sejumlah wilayah.
“Kondisi persawahan akibat banjir terus kami monitor melalui DKPP,” katanya.
Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Pekalongan, Yudhi Himawan, menjelaskan bantuan alsintan yang disalurkan meliputi 17 unit traktor roda empat, 8 unit traktor crawler, 6 unit drone pertanian, dan 2 unit combine harvester.
“Sebagian alsintan dihibahkan ke kelompok tani, sementara lainnya dikelola DKPP dengan sistem pinjam pakai,” jelasnya.
Yudhi juga melaporkan dampak banjir terhadap sektor pertanian hingga 19 Januari 2026 mencapai 423 hektar sawah di enam kecamatan.
“Masih kami verifikasi apakah masuk kategori puso atau masih bisa diselamatkan,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















