BATANG, Beritajateng.id – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kabupaten Batang masih dibuka untuk tingkat sekolah dasar (SD) yang masih kekurangan siswa baru. Sistem ini akan dibuka hingga akhir Agustus 2026 secara luar jaringan (luring) atau offline.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo, mengatakan terdapat sejumlah sekolah yang jumlah peserta didik baru belum memenuhi kebutuhan rombongan belajar (rombel).
Menurutnya hal itu dipengaruhi penurunan jumlah anak usia sekolah di beberapa wilayah serta sebaran pilihan sekolah oleh warga.
“Oleh karena itu, untuk mengatasi kondisi tersebut, kami masih membuka pendaftaran melalui jalur offline (luring) hingga akhir Agustus 2026 bagi sekolah-sekolah yang belum memenuhi kuota siswa,” katanya.
Berdasarkan data laman SPMB daring terdapat 60 sekolah dengan pendaftar kurang dari 10 siswa. Namun, Bambang menuturkan tiga sekolah diantaranya memang tidak berpartisipasi secara daring karena masalah teknis jaringan.
Ketiga sekolah itu yakni SD Negeri Gringsing 03, SD Negeri Pranten 03, dan SD Negeri Tedunan.
“Yang tiga memang tidak melaksanakan SPMB online karena terkendala teknis jaringan,” katanya.
Pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan SPMB baik secara daring maupun luring serta memetakan sekolah-sekolah yang masih membutuhkan tambahan peserta didik.
Pelaksanaan SPMB daring 2026, kata dia, diikuti oleh sekolah negeri dan sebagian sekolah swasta meski tidak semua sekolah swasta ikut dalam sistem pendaftaran daring tersebut.
“Fenomena minimnya jumlah peserta didik di sejumlah sekolah dasar negeri bukan hal baru dan telah menjadi perhatian pemerintah daerah seperti penggabungan atau merger sekolah,” katanya.
Pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan pemetaan terhadap kondisi sekolah dasar di daerah ini untuk memastikan pemerataan layanan pendidikan tetap berjalan optimal.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















