JAKARTA, Beritajateng.id – Gerakan Pemuda Peduli Masyarakat Indonesia (GPPMI) DKI Jakarta mengajak seluruh elemen masyarakat menghargai setiap perbedaan pendapat. Hal ini bertujuan menjaga stabilitas negara di tengah dinamika sosial yang berkembang.
Koordinator Daerah DKI Jakarta GPPMI, Anggiat Andreas Purwanto, menegaskan perbedaan pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk saling memecah belah, menyebarkan kebencian, atau melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat.
“Persatuan dan kesatuan adalah kekuatan utama bangsa Indonesia. Kita boleh berbeda pilihan, berbeda pendapat, dan berbeda pandangan, tetapi jangan sampai perbedaan tersebut dimanfaatkan untuk memprovokasi masyarakat dan memecah persaudaraan,” ujarnya di Jakarta, Sabtu, 22 Agustus 2026.
GPPMI DKI Jakarta, kata dia, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, provokasi, hoaks, maupun narasi yang sengaja dibangun untuk menciptakan keresahan dan konflik di tengah masyarakat.
Menurutnya kritik dan aspirasi masyarakat tetap memiliki tempat dalam negara demokrasi. Namun, penyampaian kritik harus dilakukan secara santun, konstruktif, bertanggung jawab, dan sesuai dengan ketentuan hukum, tanpa mengarah pada kekerasan maupun tindakan yang merugikan masyarakat luas.
“Jangan beri ruang bagi pihak manapun yang ingin memanfaatkan perbedaan untuk memecah persatuan. Mari kita jaga Indonesia dengan sikap tenang, kritis, dan bertanggung jawab. Persatuan bukan berarti harus selalu sepakat, tetapi bagaimana kita tetap menghormati satu sama lain meskipun memiliki perbedaan,” tegas Anggiat.
GPPMI DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mendorong gerakan kepemudaan yang mengedepankan persatuan, kepedulian sosial, dialog, dan penyampaian aspirasi secara damai demi terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, adil, dan kondusif.
“Berbeda Bukan Berarti Terpecah. Bersatu untuk Indonesia yang Aman, Damai, dan Bermartabat,” ujarnya.
GPPMI DKI Jakarta pun menyerukan 7 poin, diantaranya:
1. Menjaga persatuan dan kesatuan serta memperkuat semangat Bhinneka Tunggal Ika
2. Menolak segala bentuk provokasi yang dapat memecah belah masyarakat
3. Tidak menyebarkan berita bohong, fitnah, ujaran kebencian, maupun informasi yang belum terverifikasi
4. Mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan perbedaan
5. Menyampaikan kritik dan aspirasi secara damai, tertib, dan bertanggung jawab
6. Mengajak generasi muda menjadi pelopor persatuan dan perdamaian
7. Bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan stabilitas sosial demi kepentingan masyarakat dan bangsa.
Editor: Utia Lil















