BLORA, Beritajateng.id – Sebanyak 28 sekolah di Kabupaten Blora mulai dari jenjang PAUD hingga SMP dipastikan mendapatkan bantuan dalam program Revitalisasi Sekolah. Bantuan ini berasal dari pemerintah pusat yang dianggarkan pada 2026.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Kabid Sarpras) Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Sandy Tresna Hadi, menjelaskan sebelumnya ada 200 sekolah yang mengusulkan agar mendapat bantuan revitalisasi. Rinciannya 45 PAUD, 130 SD, dan 25 SMP.
“Untuk sementara yang dipastikan dapat program revitalisasi ada 11 TK, 14 SD, dan tiga SMP. Usulan tersebut diajukan langsung oleh sekolah, bukan melalui Dinas Pendidikan,” ujar Sandy, Jumat, 26 Juni 2026.
Ia menuturkan saat ini proses pengajuan tersebut telah memasuki tahap penandatanganan kontrak setelah sebelumnya 28 sekolah itu mengikuti bimbingan teknis (bimtek).
Lebih lanjut, Sandy menjelaskan usulan pembangunan sekolah dapat berasal dari berbagai pihak, seperti pemerintah daerah, pemangku kepentingan, maupun aspirasi anggota legislatif DPR RI (pokok pikiran/pokir).
“Dominasi yang saat ini sudah masuk daftar bukan dari usulan kami, nanti ada skema lain,” katanya.
Di tingkat pusat, kata dia, skema tersebut dikenal sebagai Alokasi Belanja Tambahan (ABT), sedangkan di daerah dikenal dengan mekanisme APBD Perubahan.
Namun, menurutnya pemerintah pusat hanya memprioritaskan sekitar 15 persen usulan dari setiap kabupaten/kota berdasarkan tingkat urgensi atau tingkat kerusakan sekolah.
“Di Blora terdapat sekitar 600 SD, sekitar 102 SMP, dan lebih dari 900 satuan TK/PAUD. Dari seluruh usulan, yang diprioritaskan hanya sekolah dengan tingkat kerusakan paling mendesak,” ujarnya.
Penentuan prioritas tersebut didasarkan pada data kondisi sarana dan prasarana yang tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Sekolah diminta melengkapi administrasi sebagai syarat verifikasi oleh Kementerian melalui sistem aplikasi.
“Verifikasi dilakukan berdasarkan data Dapodik, mulai dari kondisi kerusakan sedang hingga berat, sehingga bantuan benar-benar diberikan kepada sekolah yang paling membutuhkan,” kata Sandy.
Sebagai informasi tambahan, program revitalisasi sekolah tahun 2025 menyasar 60 satuan pendidikan di Kabupaten Blora dengan total anggaran mencapai sekitar Rp38 miliar.
Tahun ini program revitalisasi sekolah dari APBN 2026 dialokasikan mencapai Rp100 triliun untuk tahap pertama. Jumlah tersebut direncanakan menyasar 11.446 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















