BLORA, Beritajateng.id – Sebanyak 118 desa di Kabupaten Blora mengalami kendala dalam menyediakan lahan untuk pembangunan Koperasi Merah Putih.
Menghadapi kendala ini, Letkol Inf Agung Cahyono mengatakan, lahan Hutan Negara dan Pertamina akan disediakan untuk menjadi opsi solusi bagi desa yang tidak punya lahan memadai.
“Sampai saat ini kendala di lapangan masih banyak desa yang tidak memiliki aset desa, terkendala lahan dan bengkok desa yang strategis. Untuk desa yang terkendala lahan nanti akan menggunakan lahan Perhutani, Pertamina dan aset-aset Pemkab Blora,” jelasnya usai meninjau pembangunan koperasi di Desa Jejeruk, Kecamatan Blora, Senin, 29 Desember 2025.
Saat ini, ia mengungkap proses pembangunan gerai dan gudang Koperasi Merah Putih masih berproses. Ia mengungkap sudah ada sebanyak 177 desa sudah mulai melakukan pembangunan.
“Menjelang akhir 2025 ini kami terus mengupayakan untuk seluruh pembangunan Koperasi Merah Putih di Blora selesai berproses pada Maret 2026,” ucapnya, saat ditemui pasca meninjau salah satu pembangunan koperasi di Desa Jejeruk, Kecamatan Blora, Senin, 29 Desember 2025.
Pada Maret 2026, Letkol Agung mengatakan koperasi itu akan dilaunching secara serentak oleh Kementerian Koperasi. Sehingga pihaknya mendorong agar seluruh desa dan kelurahan di Blora yang berjumlah 295 bisa menyelesaikan pembangunan.
Adapun syarat ukuran lahan untuk membangun gerai dan gedung Koperasi Merah Putih, kata dia, kurang lebih 1000 meter persegi per unit. Disisi lain, ada kriteria lainnya, yaitu hak lahan jelas, legal secara pemilikan, strategis secara ekonomis, dan tidak dalam lokasi rawan bencana.
“Kami akan mendorong Satgas lahan juga untuk mendorong desa-desa menyiapkan lahan sesuai kriteria. Pasalnya bangunan sendiri ukuran 20×30,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Desa Jejeruk, Sri Purnawati mengatakan, proses pembangunan Koperasi Meraih Putih di Desa Jejeruk sudah mencapai angka 55 persen. Pihaknya menargetkan pembangunan selesai pada Maret 2026.
Dalam operasional koperasi itu, Sri mengungkap pihaknya akan menjalankan model memperjualbelikan pupuk dan gas elpiji.
“Untuk industri lokal di desa juga akan ditaruh di Koperasi Merah Putih seperti jajanan desa. Karena tujuan Koperasi Merah Putih sendiri untuk mensejahterakan masyarakat dan menghidupkan perekonomian masyarakat desa,” ucapnya.
Untuk target keanggotaan Koperasi Merah Putih di Desa Jejeruk, pihaknya menegaskan semua masyarakat setempat menjadi sasaran target.
“Pada intinya kami berusaha untuk seluruh masyarakat agar mau bergabung menjadi anggota Koperasi Merah Putih. Tak hanya itu kami akan mengajak BUMDes dan Koperasi Desa Jejeruk untuk kolaborasi,” tuturnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















