BLORA, Beritajateng.id – Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora mengungkap bahwa harga ikan melonjak naik hingga 80 persen. Kenaikan harga ikan ini diakibatkan banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Pantura seperti Pati, Kudus, dan Jepara.
Kabid Perikanan DP4 Blora, Ramiyana, mengatakan banjir di wilayah Pantura itu mengakibatkan distribusi pengiriman ikan mengalami keterlambatan karena perjalanan menjadi macet.
“Adanya gelombang tinggi menjadikan nelayan mengurangi atau berhenti melaut sehingga ikan laut tidak ada, kalaupun ada harganya menjadi mahal,” terangnya.
Ramiyana juga mengungkap stok ikan ditambak berkurang akibat bencana banjir. Hal itu menjadi faktor kenaikan harga ikan yang mencapai 60-80 persen dari harga normal.
“Seminggu ini naik Rp7 ribu sampai Rp8 ribu. Ikan banyar semula Rp24 ribu perkilo menjadi Rp32 ribu. Ikan sero semula Rp10 ribu per kilo menjadi Rp16 ribu. Lalu ikan tongkol besar semula Rp14 ribu perkilo, menjadi Rp21 ribu,” tambahnya.
Sementara itu, Plt Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dindagkop UKM, Indah Yuniatik, memastikan harga pokok lainnya selain ikan dan garam, masih stabil dan aman.
“Stok bahan pokok di Blora aman. Tidak terimbas banjir. Dari area pantura hanya ikan dan garam,” ujarnya.
Ia menjelaskan beberapa komoditas seperti bawang merah, telur, dan daging ayam ras yang datang ke Kabupaten Blora berasal dari Provinsi Jawa Timur. Sementara komoditas beras, cabai, dan gula, berasal dari daerah lokal Blora.
“Untuk ikan informasinya ada kenaikan diakibatkan cuaca. Untuk detailnya ada di DP4,” katanya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















