BLORA, Beritajateng.id – Hasil panen petani Kabupaten Blora di Musim Tanam I (MT I) diserap dengan harga cukup tinggi mencapai Rp8.200 per kilogram. Serapan ini dilakukan oleh usaha penggilingan CV Sumber Makmur yang berlokasi di Jalan Blora-Purwodadi.
Dalam satu bulan, usaha ini mampu menyerap ribuan ton gabah petani. Pada periode Januari hingga Maret 2026, total gabah yang terserap mencapai kurang lebih 6.000 ton.
Humas CV Sumber Makmur, Ana Elviana, menjelaskan bahwa usaha tersebut memang didirikan untuk membantu penyerapan hasil pertanian, khususnya gabah petani, dengan harga yang kompetitif.
“Untuk periode Januari hingga Maret, harga gabah kering berkisar Rp8.200 per kilogram. Harga ini berada di atas harga Bulog, sehingga petani bisa mendapatkan pendapatan yang lebih maksimal,” ujar Ana, Kamis, 26 Maret 2026.
Dengan harga yang relatif tinggi tersebut, menurutnya tidak heran jika banyak petani memilih menjual gabahnya ke CV Sumber Makmur. Bahkan pasokan gabah tidak hanya berasal dari Blora.
“Banyak juga dari daerah sekitar Blora. Seperti Kabupaten Grobogan, Pati, hingga Rembang,” terangnya.
Sebagian besar petani mengantarkan langsung gabah ke gudang, sementara lainnya melalui perantara pedagang. Setelah diterima, gabah langsung diproses menjadi beras premium dengan kapasitas penggilingan sekitar 1 ton per jam.
Selain membantu petani, Ana mengatakan usaha ini juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal. Setidaknya, terdapat sekitar 40 pekerja yang terlibat dalam operasional penggilingan.
“Dalam proses produksi kita menggunakan mesin modern untuk menjaga kualitas beras yang dihasilkan,” katanya.
Tak hanya itu, menurutnya perusahaan juga berkontribusi dengan menyediakan fasilitas gudang untuk mendukung kebutuhan penyimpanan Bulog.
Keberadaan penggilingan ini pun dinilai menjadi salah satu penopang ekonomi lokal, sekaligus memberikan alternatif pasar bagi petani agar tidak sepenuhnya bergantung pada harga dari pemerintah.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















