BLORA, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) berencana mengajukan kuota fakultatif atau tambahan gas LPG 3 kg.
Rencana pengajuan tambahan LPG ini dilakukan untuk menghadapi lonjakan permintaan dari masyarakat menjelang bulan Ramadan. Hal ini sebagai antisipasi kelangkaan gas subsidi tersebut.
Plt Kabid Perdagangan Dindagkop UKM Blora, Indah Yuniatik, mengatakan akan melakukan sidak ke pangkalan untuk mengetahui stok LPG maupun harga di tingkat pangkalan.
“LPG subsidi nanti kita mintakan tambahan fakultatif. Pengawasan nanti kita monev, harga dan stok. Nanti kita lakukan muter (keliling, red),” ujar Indah, Selasa, 3 Februari 2026.
Selain rencana mengajukan kuota tambahan LPG, pihaknya mengimbau ASN di Blora untuk tidak menggunakan LPG 3 kg. Hal ini juga sebagai upaya antisipasi kelangkaan LPG di masyarakat apabila terjadi lonjakan permintaan saat Ramadan.
“Kalau ASN harusnya pake yang non subsidi. Jangan pake yang 3 kilo yang subsidi. Jadi harus seperti itu untuk menghindari kelangkaan,” imbaunya.
Meski telah menyiapkan strategi menghadapi potensi kelangkaan LPG, Indah memastikan saat ini stok LPG masih aman sehingga pengajuan tambahan LPG belum dilakukan sekarang.
“Nanti kalau ada kelangkaan baru meminta tambahan edaran (LPG subsidi),” katanya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















