BLORA, Beritajateng.id – Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Dian Sasmita menanggapi dugaan kasus bullying yang terjadi di salah satu SMP di Kabupaten Blora.
Ia menegaskan, persoalan bullying atau perundungan harus menjadi perhatian serius. Menurutnya, insiden itu tidak boleh hanya berhenti pada aspek penanganan kasus, namun juga dalam upaya pencegahan dimasa yang akan datang.
“Kesadaran bersama perlu dibangun, terutama di kalangan orang dewasa, orang tua, pengasuh, pendidik, maupun pembuat kebijakan agar memahami secara utuh apa yang dimaksud dengan bullying serta dampak serius yang ditimbulkannya,” tegas Dian melalui keterangan tertulis, Senin, 10 November 2025.
Dengan adanya pemahaman yang baik, Dian berharap para orang dewasa mampu merespon yang baik dan tepat ketika mengetahui adanya kasus perundungan di lingkungan sekolah.
KPAI juga menyoroti masih adanya normalisasi perilaku bullying di lingkungan masyarakat. Menurutnya perilaku itu seringkali masih dianggap sebagai candaan atau hal yang biasa diantara anak-anak.
“Padahal, setiap tindakan bullying, baik yang bersifat fisik, verbal, maupun non kontak, termasuk yang terjadi secara daring, dapat menimbulkan dampak psikologis yang mendalam bagi korban,” terangnya.
Apabila persoalan bullying dianggap sepele, kata Dian, dengan otomatis penanganan terhadap korban bullying hingga sanksi bagi pelaku cenderung tidak maksimal.
Dian menekankan agar setiap kasus bullying tidak berhenti pada permintaan maaf. Menurutnya perlu perhatian khusus pada pemulihan kondisi psikologis, baik korban maupun pelaku.
“Baik korban maupun pelaku membutuhkan pendampingan menyeluruh untuk memulihkan kondisi emosional serta memperbaiki perilaku,” sambungnya.
Pendampingan terhadap anak korban dan pelaku bullying, kata dia, dapat dilakukan bersama stakeholder terkait seperti Dinsos P3A maupun kepolisian.
“Semisal pendamping dilakukan oleh UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA),” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan (Wandik) Blora, Slamet Pamudji memberi saran kepada Pemerintah Kabupaten Blora untuk segera mengambil langkah konkrit mengenai kasus bullying di sekolah ini.
Ia meminta Dinas Pendidikan (Disdik) mengadakan program pelatihan dan sosialisasi kepada kepala sekolah, guru BK, hingga pembentukan satuan tugas (satgas) sekolah yang menangani manajemen bullying serta teknik mediasi konflik dikalangan pelajar.
“Nanti dalam sosialisasi perlu melibatkan Kepolisian (Unit PPA Polres), Komisi Perlindungan Anak (KPAI/KPAD), atau psikolog profesional sebagai Narsum,” tuturnya..
Selain itu, Pamudji meminta Disdik melakukan sosialisasi massif kepada orang tua siswa. Ia mencontohkan dapat melalui komite sekolah, tentang tanda-tanda bullying dan pentingnya pengawasan serta bimbingan siswa di rumah.
“Selanjutnya harus ada perkuat koordinasi lintas sektoral.Dinas Pendidikan hendaknya berkoordinasi dengan instansi terkait, untuk membentuk sistem terpadu. Lalu pastikan setiap kasus perundungan harus mendapatkan pendampingan dan rehabilitasi yang baik,” terangnya.
Ia juga meminta Bupati Blora agar memberi atensi khusus kepada kasus bullying di lingkungan sekolah, lalu menginstruksikan Dinas Pendidikan mengambil langkah-langkah luar biasa.
“Tolong fasilitasi, untuk adanya kolaborasi dengan aparat penegak hukum dan ahli. Dorong kerjasama antara sekolah, Dinas Pendidikan, kepolisian, kejaksaan, dan lembaga perlindungan anak daerah,” sambungnya.
Tak hanya itu, Pamudji juga meminta adanya kampanye masif di ruang publik, hingga pengawasan komunitas. Ia berharap inisiatif tersebut menjadi gerakan daerah anti bullying dengan melibatkan elemen masyarakat.
“Misalnya menginstruksikan Camat dan Kepala Desa/Lurah untuk turut mengawasi interaksi pelajar di lingkungan luar sekolah, memfasilitasi sosialisasi di komunitas tentang bahaya bullying. Serta mendorong peran aktif orang tua,” tambahnya.
Sebelumnya, beredar video yang menampilkan aksi bullying selama 25 detik di toilet salah satu sekolah di Blora. Dalam video itu, korban melindungi kepala dari pukulan pelaku. Sementara puluhan siswa yang menonton bersorak saat pukulan pelaku mengenai korban.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















