BLORA, Beritajateng.id – Sejumlah warga Blora menjadi korban penipuan aplikasi bodong penghasil uang yakni Snapboost. Aplikasi ini diduga menawarkan keuntungan namun berujung kerugian bagi peserta atau member.
Kasat Reskrim Polres Blora AKP Zaenul Arifin menuturkan aplikasi bodong ini mulai beredar di wilayah Blora berawal dari orang yang diajak untuk menjadi member dari orang sebelumnya yang telah menjadi member.
“Setelah mau ikut baru memberikan identitas KTP dan nanti setelah daftar di member tersebut dimasukkan di grup nanti disuruh masukkan link gitu,” ujarnya, Selasa, 21 April 2026.
Para member baru ini kemudian diminta untuk melakukan deposit sejumlah uang dengan iming-iming jumlahnya akan bertambah dua kali lipat.
“Setelah masuk ke link dia nanti deposit dana gitu,” ucapnya.
Pihaknya berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini. Beberapa saksi akan dipanggil untuk dimintai keterangan.
“Tetap kita nunggu hasil pemeriksaan. Nanti siapa, perannya apa, berbuat apa. Itu nanti kita nunggu hasil pemeriksaan,” bebernya.
Dalam proses saat ini, pihaknya telah menghitung secara rinci kerugian member, bukan kerugian saldo yang tidak dapat ditarik atau withdraw.
“Ini masih laporan aduan di Polres Blora. Kita sedang menindaklanjuti, kita undang untuk klarifikasi yang diduga para korban,” ungkapnya.
AKP Zaenul mengatakan ada sekitar 17 orang yang mengaku menjadi korban dari aplikasi bodong tersebut.
“Sementara ini yang masuk aduan baru sekitar 17 orang pengadu yang mengadukan ke Polres Blora. Sampai saat ini kan macam-macam variasi kerugiannya. Itu kita hitung sekitar kurang lebih Rp332 juta itu,” ujarnya.
Dalam penyelidikan kasus ini, pihaknya akan dibantu oleh Polda Jawa Tengah. Ia pun mengimbau kepada masyarakat khususnya di Blora agar berhati-hati dan tidak langsung percaya dengan aplikasi yang menjanjikan kekayaan finansial.
“Kita harus berhati-hati dalam bermedia sosial, jangan sampai terpengaruh terhadap ajakan-ajakan, tergiur terhadap orang-orang yang tidak bertanggung jawab, tergiur dengan laba atau hasil dari aplikasi tersebut,” imbaunya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















