BLORA, Beritajateng.id – Tokoh Suku Samin di Desa/Kecamatan Sambong, Pramugi Prawiro Widjojo atau yang akrab disapa Mbah Pramugi meninggal dunia di usia 68 tahun pada Sabtu malam, 21 Februari 2026.
Keponakannya, Sutono, menceritakan bahwa Mbah Pramugi sebelumnya telah menderita sakit selama kurang lebih dua tahun. Ia tercatat pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Cepu hingga akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Sultan Agung.
“Mengidap kanker prostat dan menjalani rawat jalan,” ungkap Sutono, Minggu siang, 22 Februari 2026.
Lebih lanjut, Sutono menyampaikan bahwa Mbah Pram meninggal, pasca menjalani kemoterapi dari Rumah Sakit Sultan Agung Semarang.
“Pulang dari rumah sakit jam 18.00 malam. Keadaan sudah drop dan Mbah Pramugi nggak kuat, dan tidak lama Mbah Pramugi meninggal,” ujarnya.
Ia juga mengungkap seminggu sebelumnya Mbah Pramugi sempat memberikan beberapa tanda-tanda atau wasiat.
“Mbah Pramugi bilang ke anaknya. Nanti tujuh hari kemudian apabila sudah tidak mau makan, ya seng apik, seng akur ( yang rukun dan baik baik, red),” ungkapnya.
Menurutnya, Mbah Pramugi merupakan tokoh Samin yang berjuang untuk masyarakat dan lingkungan. Hingga akhir hayatnya, ia tetap memberikan contoh baik bagi keluarga, saudara dan masyarakat sekitar.
“Pemakaman pakai adat Jawa, dan di makamkan Desa Sambong, Dukuh Blimbing, yang berjarak 400 meter dari lokasi rumah,” sambungnya.
Sutono menambahkan, belum ada petunjuk untuk penerus pengganti Mbah Pramugi sebagai pemimpin Samin di Desa Sambong. Rencananya Sedulur Sikep akan mengadakan musyawarah atau pertemuan selapanan (bulanan) terlebih dahulu.
“Kemudian nantinya, tetap minta pendampingan dari Dinas Kebudayaan,” sambungnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















