BLORA, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mendapatkan bantuan rehabilitasi jaringan irigasi sebesar Rp38,22 miliar. Dana itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Blora, Surat, menjelaskan program ini akan menyasarsejumlah titik jaringan irigasi. Diantaranya wilayah irigasi Bengawan Solo dengan 28 Perkumpulan Petani Pemakai Air Irigasi (P3AI).
Puluhan P3AI itu tersebar di 20 desa pada enam kecamatan. Yakni Kecamatan Jiken, Randublatung, Jati, Kradenan, Kedungtuban, dan Cepu.
Sementara pada wilayah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, rehabilitasi akan menyasar 168 titik jaringan irigasi. Setiap titik mendapat alokasi anggaran sekitar Rp195 juta, termasuk biaya pelaksanaan pekerjaan.
“Jadi total perputaran uang mencapai sekitar Rp38,22 miliar,” ujar Surat, Selasa, 14 Juli 2026.
Ia mengatakan rehabilitasi ratusan titik irigasi tersebut tersebar di berbagai kecamatan. Sementara jatah paling banyak berada di Kecamatan Ngawen dengan 70 titik, disusul Blora 26 titik, Jepon 21 titik, Todanan 16 titik, Banjarejo 11 titik, Kunduran 10 titik.
Untuk Kecamatan Jiken dan Tunjungan, ia menuturkan rehabilitasi irigasi akan dilakukan pada masing-masing 4 titik, serta Bogorejo dan Japah masing-masing 3 titik.
Surat menjelaskan, seluruh pekerjaan akan dilaksanakan melalui swakelola tipe IV. Melalui mekanisme tersebut, menurutnya dana kegiatan langsung ditransfer ke rekening kelompok tani.
Para kelompok tani tersebut bertanggung jawab dalam mengelola pembelian material, sekaligus melaksanakan pekerjaan di lapangan. Menurutnya, skema ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas infrastruktur irigasi, namun juga mendorong perekonomian masyarakat setempat.
“Harapannya infrastruktur irigasi bisa berfungsi lebih baik untuk menunjang ketahanan pangan. Selain itu, karena dikerjakan secara padat karya oleh masyarakat, program ini juga membuka lapangan kerja dan membantu mengurangi pengangguran di masing-masing wilayah,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















